Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Nasional · 15 Jun 2026 15:13 WIB ·

Bantah Usir Mahasiswa, Budiman Luruskan Kronologi Diskusi Semarang


Bantah Usir Mahasiswa, Budiman Luruskan Kronologi Diskusi Semarang Perbesar

Jakarta | Harian Merdeka

Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin), Budiman Sudjatmiko, memberikan klarifikasi resmi mengenai dinamika yang terjadi dalam forum diskusi mahasiswa di Semarang, Jumat (12/6/2026). Budiman membantah narasi yang menyebut dirinya mengusir salah satu mahasiswa peserta diskusi, dan meluruskan kronologi kejadian yang sebenarnya.

Acara bertajuk “Indonesia Emas atau Cemas? Telaah Kritis Indonesia Hari Ini” tersebut sedianya digelar dalam dua sesi. Sesi pertama berlangsung lancar pada pagi hari di Universitas Diponegoro (Undip), disusul sesi kedua pada siang hari di Kafe Embun Senja, Semarang.

Dalam forum tersebut, Budiman hadir bersama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Undip dan Ketua BEM Universitas Brawijaya (Unbraw) untuk memaparkan kondisi terkini program pemerintah. Serta menjelaskan paradigma baru pemikiran Presiden Prabowo Subianto terkait program-program yang belakangan menjadi aspirasi dalam aksi demonstrasi mahasiswa.

Kronologi Perdebatan dalam Forum
Ketegangan mulai muncul pada sesi diskusi kedua di Kafe Embun Senja. Salah seorang mahasiswa peserta diskusi menyampaikan kritik tajam terkait komitmen serta rekam jejak Budiman Sudjatmiko sebagai mantan aktivis yang kini berada di birokrasi.

“Saya rasa Bapak sangat munafik ketika berbicara bahwa pemerintah tidak sedang meninabobokan rakyat. Justru saya kira itulah cara negara membangun ideologi yang membuat orang-orang seperti Bapak duduk di depan hari ini,” ujar mahasiswa tersebut dalam forum.

Mahasiswa itu juga mempertanyakan objektivitas penilaian Budiman terhadap program pemerintah setelah mendapatkan kedudukan di dalam kabinet. Namun, saat Budiman hendak memberikan tanggapan dan jawaban, mahasiswa tersebut menolak mendengarkan respon, langsung bersiap meninggalkan ruangan, dan justru menantang Budiman untuk melanjutkan diskusi berdua saja di luar forum.

Menolak Respons dan Tidak Menghargai Forum
Budiman menjelaskan bahwa dirinya melayangkan teguran keras bukan tanpa alasan, melainkan karena tindakan mahasiswa tersebut dinilai tidak menghormati forum ilmiah yang sedang berjalan.

“Menurut saya diskusi yang ingin diajukan bukan lagi mengenai substantif topik. Saya meminta dia untuk tinggal di forum itu. Tetapi, karena hak saya merespon pertanyaannya di depan forum tidak ditanggapi, maka saya menegur keras dan dia malah meminta saya keluar dari forum itu untuk berdiskusi berdua saja dengannya di luar,” urai Budiman.

Dirinya menyatakan keberatan atas sikap tersebut karena masih ada kewajiban untuk melanjutkan dialog dengan elemen mahasiswa lainnya yang hadir di lokasi.

“Hal itu yang membuat saya keberatan. Karena dia tidak menghargai forum, karena saya harus melanjutkan diskusi dengan mahasiswa dari HMI Semarang, PMII Semarang, dan lainnya,” tambah Kepala BP Taskin tersebut.

Budiman sangat menyayangkan potongan peristiwa tersebut menjadi viral di media sosial, karena mengaburkan substansi penting dan menarik yang sebenarnya sedang dibahas bersama para mahasiswa.

Di akhir penjelasannya, Budiman menekankan pentingnya menjaga esensi ruang dialog dengan kepala dingin dan adu argumen yang konstruktif.

“Negara tidak bisa dibangun hanya dengan kemarahan. Negara dibangun dengan gagasan, dengan argumentasi, dan dengan kemampuan menghadirkan jalan keluar,” pungkasnya. (Egi)

Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Sudaryono Ditunjuk Presiden Prabowo Jadi Kepala Badan Gizi Nasional Gantikan Nanik S Deyang

22 Juli 2026 - 14:49 WIB

Kepala BNN RI Apresiasi Hibah Tanah dan Bangunan Pemprov Kalteng untuk Perkuat Pemberantasan Narkoba

22 Juli 2026 - 14:46 WIB

Nanik S Deyang Mundur Dari Kepala BGN

22 Juli 2026 - 14:34 WIB

Arif Rahman Tegaskan Komitmen NasDem Lindungi Hak Masyarakat Adat dalam RUU Kehutanan

21 Juli 2026 - 14:00 WIB

Anggaran Kipas Angin Koperasi Desa Tembus Rp1,8 Triliun, KPK Wanti-Wanti Soal Perencanaan dan HPS

21 Juli 2026 - 10:35 WIB

Pimpinan DPR dan Pemerintah Sepakat Tambah Anggaran Perintis, Sufmi Dasco: Prioritas Utama Masyarakat

21 Juli 2026 - 10:15 WIB

Trending di Nasional