JAKARTA | Harian Merdeka
Karim Benzema menolak bermain untuk Al Ittihad saat timnya ditahan imbang 2-2 melawan Al Fateh. Penolakan itu dipicu kemarahan sang penyerang setelah klub mengajukan tawaran kontrak baru yang dinilai tidak masuk akal dan merendahkan.
Penyerang asal Prancis tersebut kini hanya menyisakan kontrak hingga musim panas mendatang bersama Al Ittihad. Artinya, jika tidak ada kesepakatan baru, Benzema berpeluang meninggalkan klub secara gratis setelah kontraknya berakhir.
Dalam proposal perpanjangan kontrak, Al Ittihad menawarkan skema yang kontroversial: Benzema diminta bermain tanpa gaji, dengan kompensasi berupa 100 persen hak citra. Tawaran ini kontras tajam dengan kontrak aktif yang masih ia pegang saat ini, di mana Benzema menerima bayaran 90 juta euro per tahun atau sekitar Rp1,8 triliun untuk periode 2023–2026.
Situasi tersebut membuat pemenang Ballon d’Or 2022 itu dikabarkan merasa terhina dan dipermalukan. Akibatnya, Benzema secara tegas menolak tampil dalam laga Liga Arab Saudi melawan Al Fateh yang digelar Kamis malam (29/1/2026).
Penyerang berusia 38 tahun itu disebut telah menyampaikan sikapnya kepada pihak klub hanya beberapa jam sebelum pertandingan dimulai. Bahkan, Benzema dikabarkan tidak berniat lagi bermain untuk Al Ittihad dan memilih menghabiskan sisa kontraknya tanpa memperpanjang kerja sama.
Di tengah konflik tersebut, performa Benzema di lapangan sejatinya masih terbilang produktif. Ia telah mencetak 16 gol dari 21 pertandingan bersama Al Ittihad di seluruh kompetisi musim 2025/2026.
Ketegangan antara Benzema dan manajemen klub ini pun memicu spekulasi luas mengenai kemungkinan kepulangan sang striker ke Eropa, seiring ketidakpastian masa depannya di Liga Arab Saudi.(dts/kay)







