Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Hukum · 4 Des 2025 15:10 WIB ·

Bos Bea Cukai ” Meradang” Soal Ancaman Pembekuan oleh Menkeu Purbaya


Bos Bea Cukai ” Meradang” Soal Ancaman Pembekuan oleh Menkeu Purbaya Perbesar

JAKARTA | Harian Merdeka

Direktur Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan, Djaka Budhi Utama, angkat bicara terkait pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang mengancam akan membekukan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Djaka menilai pernyataan tersebut sebagai bentuk koreksi bagi institusi yang dipimpinnya, meski ia berharap pembekuan tidak perlu terjadi.

“Apa yang menjadi sejarah kelam 1985 sampai dengan 1995 itu, kita tidak ingin itu terjadi ataupun diulangi oleh Bea Cukai. Sehingga Bea Cukai harus berbenah diri untuk menghilangkan image negatif,” ujar Djaka usai menghadiri Pemusnahan Barang Kena Cukai (BKC) ilegal di Kantor Wilayah Bea Cukai Jakarta, Rabu (3/12).

Djaka menegaskan pembenahan akan dimulai dari perbaikan kultur kerja di internal DJBC. Ia mendorong peningkatan kinerja para pegawai, terutama dalam pengawasan di pelabuhan maupun bandara yang menjadi titik krusial pelayanan dan pengawasan barang masuk.

Selain itu, Djaka menyadari masih adanya ketidakpuasan publik terhadap layanan Bea Cukai. Ia berkomitmen memperbaiki kualitas pelayanan secara bertahap. Salah satu langkah yang sudah ditempuh adalah pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) di sejumlah pintu masuk Indonesia untuk meminimalisasi praktik underinvoicing.

“Meski belum sempurna, penggunaan AI adalah bagian dari upaya perbaikan. Yang masih bandel, kita selesaikan. Sudah ada proses, baik dari kepatuhan internal maupun Itjen Kementerian Keuangan,” tegasnya.

Djaka juga menanggapi stigma publik terkait praktik pungutan liar yang masih melekat pada institusinya. Ia memastikan DJBC terus melakukan penindakan terhadap pegawai yang melanggar disiplin.

“Mungkin image di masyarakat bahwa Bea Cukai adalah sarang pungli sedikit demi sedikit kita hilangkan. Kami memohon dukungan masyarakat untuk mendukung bagaimana kita ke depan menjadi lebih baik,” katanya.

Djaka menutup pernyataannya dengan komitmen bahwa Bea Cukai tidak ingin mengulangi masa kelam institusi dan siap berbenah demi meningkatkan kepercayaan publik.(tfk/hmi)

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Skandal Situ Rancagede: KITA Desak Kejagung Bongkar Mafia Tanah Korporasi

20 April 2026 - 13:19 WIB

Skandal Izin THM 126: Menabrak Aturan, Mengusik Pesantren

20 April 2026 - 12:57 WIB

Mirip Kasus Amsal Sitepu, Kasus Kominsa Simeulue Diduga Bungkam Wartawan

18 April 2026 - 20:20 WIB

Bantah Halangi Wartawan, Oknum Guru di Nias : Saya Justru Ditekan

17 April 2026 - 12:08 WIB

Dampingi Pemkot Tangsel , Kejari Berharap Cegah Pengelolaan Penyimpangan Anggaran

17 April 2026 - 12:06 WIB

Jadi Tersangka, Kejagung Tahan Ketua Ombudsman Hery Susanto

17 April 2026 - 12:02 WIB

Trending di Hukum