Menu

Mode Gelap
Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi Isra Miraj Jadi Momentum Pertobatan Ekoteologis, Menag Ajak Umat Berhenti Merusak Alam

Opini · 15 Okt 2023 19:20 WIB ·

Dinamika Dan Turbulensi Politik


Dinamika Dan Turbulensi Politik Perbesar

Oleh: Ma’mun Murod Al Barbasy

Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta

Politik di Indonesia itu seperti fiqh, selalu dinamis. Apalagi kalau fiqh itu produk “pesanan”, seringkali sangat dinamis.

Politik di Indonesia juga seperti orang naik pesawat saat melewati awan atau cuaca buruk, mengalami turbulensi.

Balon pasangan capres Mas

dan cawapres Gus Imin itu produk dinamika dan turbulensi politik di Indonesia.

Posisi dan sikap Partai Demokrat, termasuk pernyataan panjang lebar Pak SBY dalam menyikapi “pengkhianatan” Mas Anies dan Pak Surya Paloh juga merupakan produk dari dinamika dan turbulensi politik di Indonesia.

Nahdliyin juga akan menyaksikan bahwa PKB dan PKS yang sering disudutkan sebagai tangan panjang Wahabi, ternyata bisa berkoalisi. Ini juga produk dari dinamika dan turbulensi politik di Indonesia.

Ibu Mega dan Pak Jokowi yang sebelumnya sempat bersitegang terkait “petugas partai”, sangat mungkin akan berangkulan kembali. Ini juga merupakan bentuk dinamika dan turbulensi politik di Indonesia.

Baru satu pasangan balon capres dan cawapres yang muncul. Diandaikan akan muncul lagi dua atau tiga pasang balon capres dan cawapres, maka dipastikan akan melahirkan banyak dinamika dan turbulensi politik kembali.

Penentuan pasangan Pak Prabowo rasanya akan melahirkan dinamika dan turbulensi politik.

Begitu pun penentuan pasangan Mas Ganjar juga rasanya akan melahirkan dinamika dan turbulensi politik.

Bahkan andaikan ternyata Mas Ganjar harus berpasangan dengan Pak Prabowo, juga akan melahirkan dinamika dan turbulensi politik.

Ke arah mana Partai Demokrat akan menentukan pilihan koalisi juga sangat mungkin akan melahirkan dinamika dan turbulensi politik.

Paling akhir, bagaimana kelanjutan hubungan Bu Mega dan Pak Jokowi terkait capres-capresan juga berpotensi melahirkan dinamika dan turbulensi politik.

Itulah politik di Indonesia yang selalu melahirkan dinamika dan turbulensi.

Soal apakah dinamika dan turbulensinya rendah, sedang atau sangat tinggi, fatsun atau sopan santun salam berpolitik akan sangat menentukan.

Sekian.

Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Bijaksana Mengelola Potensi Energi Ketika Tatanan Global Porak Poranda

14 Januari 2026 - 15:19 WIB

Pantaskah Soeharto Dinobatkan Sebagai Pahlawan Nasional?

9 November 2025 - 18:44 WIB

Apakah Sumpah Pemuda 1928 Masih Relevan di Era Digital?

28 Oktober 2025 - 12:28 WIB

Sanksi Berat Bagi Olahraga Indonesia

27 Oktober 2025 - 11:57 WIB

Penerima Gratifikasi Bukan Cuma Jaksa, Tapi Kenapa Hukum Berbeda?

13 Oktober 2025 - 10:31 WIB

Antara Parcok (Partai Coklat) dan Param Kocok

4 September 2025 - 11:27 WIB

Trending di Opini