Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Kesehatan · 8 Sep 2025 11:14 WIB ·

Dosen Universitas Faletehan Kembangkan Aplikasi “Dzikry” untuk Optimalisasi Pemanfaatan JKN Persalinan Normal


Dosen Universitas Faletehan Kembangkan Aplikasi “Dzikry” untuk Optimalisasi Pemanfaatan JKN Persalinan Normal Perbesar

TANGERANG | Harian Merdeka

Pemanfaatan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk persalinan normal di Klinik Pratama masih tergolong rendah. Banyak ibu hamil yang sudah terdaftar sebagai peserta JKN, namun belum memanfaatkannya secara optimal karena keterbatasan informasi dan pendampingan.

Menjawab tantangan itu, tim peneliti Universitas Faletehan Banten mengembangkan aplikasi “Dzikry” (Dzikir Untuk Berseri) di Klinik Pratama Az-Zahra Kota Tangerang. Aplikasi ini hadir melalui skema Penelitian Fundamental Reguler hibah Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Penelitian dipimpin oleh Dr. BD. Marthia Ikhlasiah, SST., BD,. M.KN, dosen Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat Universitas Faletehan Banten, kemudian Dr. Lastri Mei Winarni, M.Keb dari Universitas Yatsi Madani dan Ns. Elfina Yulidar, S.Kep.,M.Kep dari Universitas Faletehan. Menurutnya, rendahnya pemanfaatan JKN dipicu minimnya pemahaman ibu hamil mengenai prosedur, alur layanan, hingga fungsi tubuh mereka sendiri.

“Banyak ibu hamil bingung ketika memasuki masa persalinan. Padahal JKN disiapkan pemerintah untuk meringankan biaya dan memastikan layanan kesehatan aman. Melalui aplikasi Dzikry, ibu hamil bisa lebih mudah memperoleh edukasi, konsultasi, hingga informasi prosedur penggunaan JKN,” jelas Marthia.

Ia menambahkan, aplikasi ini tidak hanya berbasis edukasi medis, tetapi juga mengintegrasikan nilai spiritual, merujuk pada ayat Al-Qur’an dan hadist yang mengajarkan fungsi tubuh perempuan serta makna persalinan. “Pendekatan spiritual penting agar ibu hamil memahami proses persalinan sebagai fitrah dan menguatkan mental mereka,” katanya.

Aplikasi Dzikry memiliki sejumlah fitur utama, mulai dari profil kehamilan dan kondisi psikologis ibu, pemantauan aktivitas harian (intrapartum), hingga evaluasi kesehatan pasca melahirkan (postpartum).
Selain itu, Dzikry dilengkapi sistem deteksi risiko tinggi yang mampu memberikan notifikasi prioritas dan rekomendasi tindakan awal jika teridentifikasi komplikasi.

“Harapan kami, aplikasi ini dapat memperkuat pendampingan intens ibu hamil agar lebih percaya diri menggunakan layanan JKN persalinan normal. Lebih jauh lagi, aplikasi ini menjadi bagian dari upaya menekan angka kematian ibu dan bayi serta mencegah stunting,” pungkas Marthia.

Sementara itu, Kaprodi Magister Kesehatan Masyarakat Universitas Faletehan Banten, Dr. BD, Ismarina, SSiT, SKM, M.Kes, menegaskan penelitian ini merupakan wujud nyata kontribusi akademisi terhadap masyarakat.

“Dosen kami mendapat hibah penelitian fundamental dari pemerintah. Hasilnya harus memberi kebermanfaatan nyata. Aplikasi Dzikry diharapkan membantu ibu hamil mengakses informasi dan layanan kesehatan secara cepat, termasuk deteksi dini risiko kehamilan,” ujarnya.

Ismarina menambahkan, hasil penelitian ini nantinya akan disebarluaskan agar dapat digunakan di klinik pratama lain di seluruh Indonesia. “Harapannya, inovasi ini tidak berhenti di Az-Zahra, tetapi bisa direplikasi secara nasional,” katanya.

Senada diungkapkan Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kota Tangerang, Tik Tik Surtika, S.Tr. Keb., M.Kes. Dirinya mengapresiasi inovasi aplikasi Dzikry yang lahir dari penelitian Universitas Faletehan Banten.

“Ini inovasi luar biasa. Aplikasi Dzikry bermanfaat untuk memantau kondisi ibu hamil, membantu mereka memahami risiko, sekaligus menjaga kesehatan agar melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas,” ujar Tik Tik.

Menurutnya, aplikasi ini juga mendorong bidan untuk terus berinovasi dalam edukasi persalinan. “Ibu hamil harus mendapat informasi yang jelas mengenai persalinan normal dan risiko operasi caesar. Dengan edukasi yang tepat, bidan bisa memastikan layanan kehamilan lebih aman dan profesional,” tambahnya.

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

PJR Polda Banten Gerak Cepat Evakuasi Balita Kritis ke RS

12 April 2026 - 21:32 WIB

Sinergi Medis: Residen Senior PPDS FK USU Resmi Bertugas di RSUD dr. M. Thomsen Nias

4 Maret 2026 - 14:35 WIB

Kabar Gembira bagi Tenaga Medis: RSUD dr. M. Thomsen Nias Siap Realisasikan Tunjangan Khusus Dokter Spesialis

4 Maret 2026 - 13:05 WIB

Penerus Banten Apresiasi Langkah Pemprov Benahi Layanan RSUD

23 Februari 2026 - 15:25 WIB

Jelang Ramadan, Sekda Cek Infrastruktur dan Layanan RSUD Banten

19 Februari 2026 - 15:15 WIB

Perlindungan Kesehatan 152 Juta Warga Dijamin, Muhaimin Tekankan Validitas Data

18 Februari 2026 - 13:18 WIB

Trending di Kesehatan