Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Politik · 20 Jan 2026 16:31 WIB ·

DPR Nilai Peringatan SBY soal Perang Dunia III Bukan Ramalan, tapi Sinyal Bahaya


DPR Nilai Peringatan SBY soal Perang Dunia III Bukan Ramalan, tapi Sinyal Bahaya Perbesar

JAKARTA | Harian Merdeka

Peringatan SBY Perang Dunia III mendapat perhatian DPR RI. Wakil Ketua Komisi I DPR RI Sukamta menilai pernyataan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono sebagai sinyal bahaya geopolitik, bukan ramalan.

“Publik perlu membaca pernyataan Pak Susilo Bambang Yudhoyono sebagai peringatan dini, bukan ramalan apokaliptik,” kata Sukamta kepada wartawan, Selasa (20/1/2025).

DPR Minta Dunia Waspadai Eskalasi Konflik Global

Menurut Sukamta, SBY mengingatkan dunia melalui pengalaman sejarah. Menjelang Perang Dunia I dan II, konflik besar tidak muncul secara tiba-tiba. Ketegangan yang terus dibiarkan akhirnya memicu perang berskala global.

Ia menilai seruan SBY agar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bertindak lebih aktif sangat relevan. Saat ini, ketegangan antarnegara terus meningkat tanpa mekanisme pengendalian yang kuat.

“PBB memang tidak sempurna dan sering terhambat rivalitas negara besar. Namun, dunia masih membutuhkan PBB sebagai forum global yang sah untuk meredam konflik,” ujar Sukamta.

Diplomasi Dinilai Kunci Cegah Perang Dunia

Ia mengingatkan, pelemahan mekanisme multilateral justru meningkatkan risiko kesalahan perhitungan antarnegara. Salah tafsir dan ego politik dapat memicu konflik terbuka.

“Ketika mekanisme multilateral melemah, risiko salah hitung dan salah tafsir antarnegara meningkat,” katanya.

Lebih lanjut, Sukamta menegaskan bahwa perdamaian dunia tidak hanya bergantung pada kekuatan militer. Diplomasi, dialog, dan pengendalian diri tetap menjadi kunci utama.

“Kecemasan Pak SBY seharusnya mendorong refleksi bersama. Dunia perlu memperkuat diplomasi dan dialog agar konflik tidak berkembang menjadi perang besar,” pungkasnya. Menurut Sukamta, peringatan SBY Perang Dunia III seharusnya mendorong dunia memperkuat diplomasi dan dialog global. (edy)

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Menteri Hukum RI Bertemu Firman Jaya Daeli, Bahas Penguatan Negara Hukum Indonesia

28 April 2026 - 16:50 WIB

Honeymoon Selesai, Begini Rapor 1,5 Tahun Prabowo-Gibran Versi Survei IndexPolitica

21 April 2026 - 20:16 WIB

Pesawaran Bersinar di Rakorwil PSI Lampung: Diganjar Hadiah Khusus dari Ketum Kaesang

21 April 2026 - 12:16 WIB

Direktur P3S : Cari Aman dalam TPPU, Ahmad Ali Hijrah ke PSI

21 April 2026 - 12:08 WIB

Godok Revisi UU Advokat, Kongres Advokat Indonesia : Tidak Ada Lagi Wadah Tunggal

21 April 2026 - 11:49 WIB

Dari Magelang, Ketua DPRD Kota Gunungsitoli Serap Strategi Bangun Daerah

20 April 2026 - 12:53 WIB

Trending di Politik