Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Nasional · 15 Mei 2026 17:43 WIB ·

Firman Soebagyo Soroti Melimpahnya Stok Beras Bulog: Jangan Sampai Rugikan Negara


Firman Soebagyo Soroti Melimpahnya Stok Beras Bulog: Jangan Sampai Rugikan Negara Perbesar

Jakarta | Harian Merdeka

Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Firman Soebagyo menanggapi melimpahnya stok beras yang tersimpan di gudang Perum BULOG. Saat ini, jumlah stok beras nasional yang dikelola BULOG disebut telah mencapai 5,3 juta ton.

Ia menilai, akumulasi stok beras tanpa pengelolaan yang optimal dapat menimbulkan berbagai persoalan, mulai dari penurunan kualitas komoditas hingga potensi kerugian negara. Ia juga mengingatkan adanya kemungkinan manipulasi data stok di sejumlah wilayah apabila pengawasan tidak dilakukan secara ketat.

“Beras merupakan komoditas hidup yang memiliki batas waktu penyimpanan ideal. Jika disimpan terlalu lama, terutama lebih dari enam hingga sembilan bulan tanpa pengendalian suhu dan kelembaban kualitas beras akan menurun,” kata Firman dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (14/5/26).

Firman menjelaskan, tingkat kelembaban yang tinggi di area penyimpanan dapat memicu munculnya kutu dan jamur pada beras sehingga kualitasnya tidak lagi layak untuk dikonsumsi masyarakat. Selain itu, penyimpanan dalam jangka panjang juga menyebabkan penyusutan bobot akibat penguapan dan pecahnya butiran beras.

“Biaya penyimpanan yang besar seperti fumigasi, listrik gudang, dan tenaga kerja juga akan menambah beban keuangan Bulog. Karena itu, standar Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) menetapkan stok buffer pangan idealnya diputar setiap enam hingga sembilan bulan,” ucap Firman.

Ia juga menilai, penahanan stok dalam jumlah besar berpotensi memengaruhi harga beras di pasaran. Menurutnya, ketika stok tidak segera didistribusikan, pasar akan membaca situasi tersebut sebagai indikasi terbatasnya pasokan.

“Kalau stok ditahan terlalu lama, pasar menganggap suplai terbatas. Akibatnya harga bisa naik,” ujar Firman.

Sebelumnya, Direktur Utama Perum BULOG, Ahmad Rizal Ramdhani memastikan kondisi cadangan beras pemerintah dalam keadaan aman dan terkendali. Ia menyebut stok CBP saat ini telah melampaui angka 5 juta ton.

Menurut Rizal, jumlah tersebut cukup untuk menjaga stabilitas pasokan sekaligus mengendalikan harga beras di berbagai daerah di Indonesia.

“Ketersediaan stok beras yang mencapai lebih dari 5 juta ton ini menjadi bukti komitmen BULOG dalam menjaga stabilitas pangan nasional,” kata Rizal saat menerima kunjungan kerja Komisi IV DPR RI di Kompleks Pergudangan Batu Cermin, Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT Sabtu (25/4/26). (Egi)

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pimpin Sertijab, Kapolda Sulbar: Jabatan Adalah Amanah, Pengabdian Adalah Warisan

3 Juli 2026 - 14:19 WIB

Menteri ATR/BPN Ajak Mahasiswa Perkuat Nasionalisme untuk Hadapi Tantangan Global

3 Juli 2026 - 14:16 WIB

Polda Banten Sambut Tanda Kehormatan Nugraha Sakanti, Wujud Kepercayaan Negara atas Kinerja Polri

3 Juli 2026 - 11:46 WIB

Kebakaran TPA Jatiwaringin, Polda Banten Terjunkan Water Bombing dan Evakuasi Warga

2 Juli 2026 - 16:54 WIB

Draf RUU Keamanan Siber Belum Dibuka ke Publik, DPR: Cegah Spekulasi dan Hoaks

1 Juli 2026 - 13:49 WIB

Hari Bhayangkara ke-80, Presiden Prabowo Apresiasi Polri Jaga Demokrasi yang Dewasa

1 Juli 2026 - 13:36 WIB

Trending di Nasional