Jakarta | Harian Merdeka
Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Firman Soebagyo menanggapi melimpahnya stok beras yang tersimpan di gudang Perum BULOG. Saat ini, jumlah stok beras nasional yang dikelola BULOG disebut telah mencapai 5,3 juta ton.
Ia menilai, akumulasi stok beras tanpa pengelolaan yang optimal dapat menimbulkan berbagai persoalan, mulai dari penurunan kualitas komoditas hingga potensi kerugian negara. Ia juga mengingatkan adanya kemungkinan manipulasi data stok di sejumlah wilayah apabila pengawasan tidak dilakukan secara ketat.
“Beras merupakan komoditas hidup yang memiliki batas waktu penyimpanan ideal. Jika disimpan terlalu lama, terutama lebih dari enam hingga sembilan bulan tanpa pengendalian suhu dan kelembaban kualitas beras akan menurun,” kata Firman dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (14/5/26).
Firman menjelaskan, tingkat kelembaban yang tinggi di area penyimpanan dapat memicu munculnya kutu dan jamur pada beras sehingga kualitasnya tidak lagi layak untuk dikonsumsi masyarakat. Selain itu, penyimpanan dalam jangka panjang juga menyebabkan penyusutan bobot akibat penguapan dan pecahnya butiran beras.
“Biaya penyimpanan yang besar seperti fumigasi, listrik gudang, dan tenaga kerja juga akan menambah beban keuangan Bulog. Karena itu, standar Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) menetapkan stok buffer pangan idealnya diputar setiap enam hingga sembilan bulan,” ucap Firman.
Ia juga menilai, penahanan stok dalam jumlah besar berpotensi memengaruhi harga beras di pasaran. Menurutnya, ketika stok tidak segera didistribusikan, pasar akan membaca situasi tersebut sebagai indikasi terbatasnya pasokan.
“Kalau stok ditahan terlalu lama, pasar menganggap suplai terbatas. Akibatnya harga bisa naik,” ujar Firman.
Sebelumnya, Direktur Utama Perum BULOG, Ahmad Rizal Ramdhani memastikan kondisi cadangan beras pemerintah dalam keadaan aman dan terkendali. Ia menyebut stok CBP saat ini telah melampaui angka 5 juta ton.
Menurut Rizal, jumlah tersebut cukup untuk menjaga stabilitas pasokan sekaligus mengendalikan harga beras di berbagai daerah di Indonesia.
“Ketersediaan stok beras yang mencapai lebih dari 5 juta ton ini menjadi bukti komitmen BULOG dalam menjaga stabilitas pangan nasional,” kata Rizal saat menerima kunjungan kerja Komisi IV DPR RI di Kompleks Pergudangan Batu Cermin, Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT Sabtu (25/4/26). (Egi)







