Menu

Mode Gelap
Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi Isra Miraj Jadi Momentum Pertobatan Ekoteologis, Menag Ajak Umat Berhenti Merusak Alam

Pemerintahan · 3 Okt 2025 16:02 WIB ·

Gubernur Jabar Umumkan ASN Termalas di Medsos


Gubernur Jabar Umumkan ASN Termalas di Medsos Perbesar

JAKARTA | Harian Merdeka

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (Demul) kembali bikin gebrakan. Ia akan mengumumkan ASN termalas di Pemprov Jabar, setiap bulan ke media sosial (Medsos). Kategori pegawai termalas meliputi, absensi sampai kinerja tiap bulannya.

“Setiap bulan nanti bisa lihat. Pegawai dengan tingkat kehadiran rendah dan kinerjanya buruk akan diumumkan di media sosial,” kata Dedi selepas pengarahan ASN di Gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) Bandung, Kamis (2/10).

Pengumuman di media sosial ini, lanjut Dedi, akan dilakukan mulai tanggal 1 November 2025 mendatang, untuk melecut kinerja pegawai tersebut. “Ya orang digaji kan harus ada produk. Kalau digaji enggak ada produk, ngapain?,” katanya.

Nantinya, kata Dedi, pihaknya akan melakukan evaluasi bahkan sampai pengurangan pada para pegawai yang dianggap tidak produktif, dan disalurkan ke bidang lainnya.

“Makanya nanti akan pegawai-pegawai yang. Kan tidak semua orang dibutuhkan dalam sebuah ruang kerja kantor. Nanti sebagian akan ditugaskan di sekolah-sekolah menjadi tenaga administrasi,” ujarnya.

Terkait indikator, Dedi memastikan ada penilaian dari capaian keja dari setiap unit. “Kan standarisasi kinerjanya ada,” ucapnya.

Dedy juga akan memberlakukan reward and punishment ke depannya, bahkan sampai pemberhentian. “Diberhentikan. Hari ini bisa ditanya, udah lebih dari 20 orang diberhentikan, cuman kita tidak umumkan,” tuturnya.

Sebelumnya Gubernur, Dedi Mulyadi bakal mengefisienkan kinerja ASN, di antaranya adalah bakal memperbantukan ASN provinsi ke sekolah-sekolah untuk tenaga administrasi.

Pria yang akrab disapa KDM itu juga mengungkapkan, upaya efisiensi itu dilakukan untuk menyesuaikan dengan berkurangnya dana transfer dari pemerintah pusat. Belanja kantor ditekan.

Di sisi lain, KDM juga mengajak para ASN untuk patungan. Caranya dengan menyisihkan minimal seribu.

Dana yang terkumpul akan digunakan untuk berbagai keperluan masyarakat, yakni urusan sosial dan kesehatan. Itu untuk membantu urusan taktis masyarakat dengan cepat dan tepat.(jr)

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

16 Januari 2026 - 18:04 WIB

Kemhan Tegaskan Ayu Aulia Bukan Tim Kreatif, Klarifikasi Kabar Pelantikan Viral

26 Desember 2025 - 17:26 WIB

Pidsus Sudah Kumpulkan Data dari Sekwan

25 November 2025 - 00:03 WIB

Pemkot Tangsel Ajak Orang Tua Imunisasi Anak Lengkap untuk Cegah Penularan Campak Rubella

5 November 2025 - 11:26 WIB

Ini Nama 43 Pejabat Administrator Gunungsitoli Dilantik, Wawako Tekankan Integritas dan Profesionalisme

4 November 2025 - 17:22 WIB

Repnas: Saatnya Aceh Bangkit, Bahlil Buka Kewenangan Migas

1 November 2025 - 17:53 WIB

Trending di Pemerintahan