Menu

Mode Gelap
Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi Isra Miraj Jadi Momentum Pertobatan Ekoteologis, Menag Ajak Umat Berhenti Merusak Alam

Pemerintahan · 6 Okt 2025 11:35 WIB ·

HUT Ke-80 TNI di Lapangan Monas, Prabowo: Tak Penting Senioritas, tapi Prestasi


HUT Ke-80 TNI di Lapangan Monas, Prabowo: Tak Penting Senioritas, tapi Prestasi Perbesar

JAKARTA | Harian Merdeka

Presiden RI Jenderal (Purn) Prabowo Subianto menyampaikan pesan bahwa tak begitu penting senioritas dalam seleksi kepemimpinan TNI. Ia lebih menekankan prestasi ketimbang senioritas di TNI.

Prabowo mengungkapkan sejumlah syarat yang dibutuhkan untuk menjadi pemimpin. “Saya memberi izin kepada Panglima TNI dan Kepala Staf dalam seleksi kepemimpinan tidak perlu terlalu memperhitungkan senioritas, yang penting prestasi, pengabdian, cinta Tanah Air,” ujar Prabowo saat berpidato dalam HUT Ke-80 TNI di Monas, Jakarta Pusat, dikutip Minggu(5/10).

Di jelaskan, TNI memerlukan pemimpin yang terbaik. Dia menginatkan, semua unsur pimpinan TNI dari setiap eselon, dari setiap tingkatan harus selalu membina diri dan harus selalu memberi contoh.

“Kepemimpinan di TNI harus kepemimpinan keteladanan, harus kepemimpinan ing ngarso sung tuladha, harus memberi contoh di depan,” ujar mantan panglima Kostrad.

Ia juga menyentil akan menyingkirkan pemimpin yang tak kompeten. Dia ingin hanya pemimpin terbaik yang mendapat jabatan.

“Tidak ada tempat untuk pemimpin-pemimpin yang tidak kompeten, yang tidak profesional, yang tidak mengerti tugasnya. Panglima TNI dan Kepala Staf terus menerus saya perintahkan menilai pemimpin-pemimpin yang ada di TNI. Prajurit kita berhak dan menuntut kepemimpinan yang terbaik,” ujarnya.

Selain itu, Prabowo mengingatkan, Indonesia selalu diganggu pihak asing. Gangguan itu muncul karena kekayaan alam Indonesia begitu menarik minat bangsa asing. “Nusantara ini selalu diganggu, diinvasi oleh kekuatan-kekuatan asing. Mereka ke kita untuk mengambil kekayaan kita,” jelasnya.

Mantan danjen Kopassus itu menyadari, pencurian kekayaan alam Indonesia masih terus berlangsung. Hal itu menjadi atensi Prabowo yang kini berada di tampuk kepemimpinan. “Sampai hari ini, sampai detik ini, masih banyak kekayaan kita yang dicuri, yang diselundupkan, yang diambil oleh kekuatan-kekuatan yang tidak bertanggung jawab,” ujar Prabowo.

Oleh karena itu, Prabowo mengingatkan tugas TNI tidaklah mudah. Dia meminta TNI memperhatikan masalah itu agar NKRI tegak berdiri. “Saudara-saudara sekalian, tugas yang dibebankan kepada TNI tidak ringan. Saudara-saudara tidak perlu lagi kita tutupi bahwa kekayaan alam kita sangat besar, ratusan tahun,” ujar Prabowo.

Dia pun menegaskan kekayaan tersebut sangat penting untuk dapat dikelola bangsa Indonesia. Tujuannya agar Indonesia dapat menjadi negara maju. “Kekayaan tersebut sangat penting agar bangsa Indonesia menjadi bangsa yang maju, negara yang modern, negara yang adil dan makmur sesuai cita-cita kebangsaan,” tambahnya. (jr)

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

16 Januari 2026 - 18:04 WIB

Kemhan Tegaskan Ayu Aulia Bukan Tim Kreatif, Klarifikasi Kabar Pelantikan Viral

26 Desember 2025 - 17:26 WIB

Pidsus Sudah Kumpulkan Data dari Sekwan

25 November 2025 - 00:03 WIB

Pemkot Tangsel Ajak Orang Tua Imunisasi Anak Lengkap untuk Cegah Penularan Campak Rubella

5 November 2025 - 11:26 WIB

Ini Nama 43 Pejabat Administrator Gunungsitoli Dilantik, Wawako Tekankan Integritas dan Profesionalisme

4 November 2025 - 17:22 WIB

Repnas: Saatnya Aceh Bangkit, Bahlil Buka Kewenangan Migas

1 November 2025 - 17:53 WIB

Trending di Pemerintahan