Menu

Mode Gelap
Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi Isra Miraj Jadi Momentum Pertobatan Ekoteologis, Menag Ajak Umat Berhenti Merusak Alam

Internasional · 29 Jan 2026 16:13 WIB ·

Jakarta dan Canberra Satukan Barisan Lawan Terorisme hingga Kejahatan Siber


Jakarta dan Canberra Satukan Barisan Lawan Terorisme hingga Kejahatan Siber Perbesar

JAKARTA | Harian Merdeka

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago menggelar pertemuan bilateral dengan Menteri Dalam Negeri Australia Tony Burke MP untuk membahas penguatan kerja sama di bidang keamanan. Pertemuan berlangsung di Kantor Kedutaan Besar Australia di Jakarta, Rabu (28/1/2026).

Djamari menegaskan kerja sama keamanan antara Indonesia dan Australia memiliki arti strategis karena menyangkut kepentingan bersama serta berpengaruh langsung terhadap stabilitas kawasan. “Kerja sama ini merupakan kepentingan bersama Indonesia dan Australia dan berdampak bagi stabilitas regional. Karena itu, penguatan kerja sama harus terus ditingkatkan,” kata Djamari dalam siaran pers resmi di Jakarta, Kamis (29/1/2026).

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas berbagai isu strategis, mulai dari keamanan domestik dan regional, kontra-terorisme, keamanan maritim, migrasi ilegal, keamanan siber, hingga perlindungan infrastruktur kritikal. Djamari menjelaskan, kerja sama juga mencakup penanganan kejahatan transnasional seperti peredaran gelap narkoba, penyelundupan manusia, serta penangkapan ikan ilegal.

Djamari menegaskan komitmen Indonesia dan Australia untuk memperkuat koordinasi dalam pengamanan pelayaran, penegakan hukum di wilayah perairan, serta pencegahan berbagai pelanggaran di ruang siber. Ia menilai kerja sama lintas sektor menjadi kunci dalam menghadapi ancaman keamanan yang semakin kompleks dan lintas negara.

Sementara itu, Tony Burke menyampaikan meningkatnya ancaman keamanan global menuntut Indonesia dan Australia memperdalam kolaborasi secara berkelanjutan. “Apa yang telah kita lakukan sejauh ini sudah baik, namun belum cukup. Kita perlu melakukan lebih banyak langkah konkret untuk memastikan keamanan masyarakat di kedua negara,” ujar Tony.

Pertemuan tersebut ditutup dengan pengadopsian Joint Communique yang memuat hasil pembahasan serta langkah tindak lanjut guna memperkuat kerja sama keamanan ke depan. Kedua pihak berharap penguatan hubungan bilateral ini mampu memperkokoh stabilitas keamanan nasional sekaligus berkontribusi terhadap stabilitas kawasan. (tfk)

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Langkah Diplomasi Prabowo: Pakistan dan UEA Beri Sinyal Positif untuk Mediasi Konflik Iran

6 Maret 2026 - 15:38 WIB

Menjawab Spekulasi, PBB Tegaskan Tidak Ada Bukti Iran Mengembangkan Senjata Nuklir

6 Maret 2026 - 15:35 WIB

Menbud Fadli Zon Pastikan Paviliun Indonesia Tampil Memukau di Venice Biennale 2026

6 Maret 2026 - 14:19 WIB

Suarakan Solidaritas, Free Palestine Network Desak Dunia Hentikan Provokasi AS-Israel Terhadap Iran

2 Maret 2026 - 14:14 WIB

SBY Buka Suara Terkait Potensi Perang AS-Iran, Dorong Pemimpin Dunia Utamakan Negosiasi

2 Maret 2026 - 11:50 WIB

Prabowo dan Raja Abdullah II Sepakat Dorong Solusi Dua Negara untuk Palestina

27 Februari 2026 - 14:28 WIB

Trending di Internasional