JAKARTA | Harian Merdeka
AS Roma kembali mencuri perhatian setelah memuncaki klasemen sementara Liga Italia. Meski tak masuk dalam daftar favorit juara pada awal musim, I Lupi kini justru menjelma menjadi salah satu penantang serius dalam perburuan Scudetto.
Roma mengoleksi 27 poin dari 12 laga, unggul dua angka atas AC Milan dan Napoli yang terus membuntuti. Di bawah komando Gian Piero Gasperini, tim ibu kota itu tampil solid dengan pertahanan sebagai kekuatan utama. Hingga pekan ke-12, Gianluca Mancini dan kawan-kawan baru kebobolan enam gol, menjadikan Roma sebagai tim dengan lini belakang paling kokoh di Serie A meski sudah menelan tiga kekalahan.
Kebangkitan Roma sejatinya bukan kejutan besar. Sejak awal tahun, performa Giallorossi sudah menunjukkan tren positif di era Claudio Ranieri. Jika dilihat berdasarkan perhitungan tahun kalender, Roma bahkan menjadi yang terbaik. Mereka mengumpulkan 76 poin sepanjang 2025, unggul jauh—10 poin—dari Napoli di posisi kedua.
Mantan bek kanan Roma, Cafu, menegaskan bahwa capaian tersebut seharusnya tak membuat publik terkejut.
“Saya tidak terkejut. Sebab hal yang tidak mungkin selalu bisa menjadi mungkin di sepakbola. Prediksi itu ada untuk dibuktikan salah,” ujar Cafu kepada La Gazzetta dello Sport.
“Roma itu sering diremehkan, dan kalau Anda melihat angka-angkanya, terutama di 2025, Anda bisa melihat kekuatan dan kontinuitas tim ini.”
Namun, Cafu mengingatkan perjalanan masih panjang. Serie A penuh dinamika dan peluang terpeleset, yang bisa menimpa tim mana pun. Persaingan menuju gelar juara diyakininya bakal ketat, mengingat AC Milan, Napoli, hingga Inter Milan juga menunjukkan konsistensi tinggi.
Meski demikian, performa solid Roma sejauh ini menjadi modal kuat untuk terus bersaing di papan atas dan menjaga asa meraih Scudetto yang sudah lama mereka nantikan.(alan/dt/hmi)







