Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Daerah · 1 Des 2025 12:44 WIB ·

Jaringan Telekomunikasi Kepulauan Nias Lumpuh Empat Hari, Telkom: Kabel Optik Terputus Akibat Longsor


Jaringan Telekomunikasi Kepulauan Nias Lumpuh Empat Hari, Telkom: Kabel Optik Terputus Akibat Longsor Perbesar

GUNUNGSITOLI | Harian Merdeka

Jaringan telekomunikasi di wilayah Kepulauan Nias lumpuh total sejak Selasa, 26 November 2025. Sudah empat hari layanan tidak dapat diakses. Gangguan terjadi setelah jalur Tapanuli Utara–Tapanuli Tengah dan jalur Tapanuli Selatan–Tapanuli Tengah menuju Kota Sibolga mengalami longsor akibat cuaca ekstrem.

Peristiwa itu memutus kabel optik milik PT Telkom, yang selama ini menjadi jalur utama distribusi jaringan ke Kabupaten Tapanuli Tengah, Kota Sibolga, hingga Kepulauan Nias. Putusnya kabel membuat seluruh layanan komunikasi—mulai dari sambungan telepon, internet, hingga layanan digital—terhenti.

Leader tim teknik jaringan PT Telkom wilayah Kepulauan Nias, Jhonatan Telaumbanua, yang ditemui media Harian Merdeka di kantor Telkom Gunungsitoli, Jalan Moh. Hatta, mengatakan pihaknya sedang berupaya melakukan pemulihan secepat mungkin.

Menurut dia, suplai jaringan ke Kepulauan Nias berasal dari pusat pemancar Telkom di Pematangsiantar dan Padang Sidimpuan. Keduanya terhubung melalui kabel darat menuju Sibolga, lalu disalurkan melalui kabel bawah laut ke wilayah Nias.

“Kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Kepulauan Nias atas gangguan jaringan yang terjadi. Cuaca ekstrem menyebabkan longsor di jalur Siantar dan Sidimpuan yang memutus kabel optik,” ujar Jhonatan, pada Jumat siang (28/11/2025).

Ia menyebut, lambatnya proses perbaikan bukan karena kurangnya personel, melainkan kondisi lapangan yang masih labil. “Risiko longsor susulan sangat tinggi karena curah hujan masih ekstrem. Tim di lapangan bersama unsur pemerintah tetap memprioritaskan keselamatan kerja dalam melakukan evakuasi material tanah dan pepohonan,” kata dia.

Untuk mengatasi kondisi darurat ini, Telkom menyiapkan solusi sementara berupa pengalihan jaringan menggunakan layanan berbasis satelit (Starlink). Teknologi tersebut akan dipakai sebagai jalur cadangan agar masyarakat dapat kembali mengakses layanan dasar komunikasi.

“Kami berharap jaringan darurat ini bisa segera diaktifkan, setidaknya untuk memenuhi kebutuhan komunikasi mendesak di Kepulauan Nias,” ujar Jhonatan.

Hingga kini, tim teknis masih menunggu kondisi cuaca membaik agar proses perbaikan kabel optik dapat dilakukan secara optimal. Telkom menegaskan akan mempercepat pemulihan begitu area terdampak dinyatakan aman.

Penulis : Adieli Laoli
Kontributor Harian Merdeka

Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Kepala Desa se Kecamatan Cijeruk dan Cigombong Bantah Adanya Intervensi Oleh Jaro Ade

12 Juni 2026 - 15:19 WIB

Jaga Jakarta On The Spot, Kapolda Metro Jaya Dengarkan Langsung Keluhan dan Harapan Warga

11 Juni 2026 - 10:21 WIB

Anak Sekolah dan Petani Jadi Korban, Warga Titip Aspirasi Jembatan kepada TNI AD

8 Juni 2026 - 11:43 WIB

Dukung Mobilitas Warga, Satbrimob Polda Banten Revitalisasi Jembatan di Bayah

8 Juni 2026 - 10:34 WIB

Imbas Kebakaran Pasar Parung, MataHukum Minta Bupati Bogor Copot Direksi Pasar Tohaga

8 Juni 2026 - 10:18 WIB

Bupati Rudy Susmanto Pastikan Proyek Jalan Tambang Bogor Barat Tetap Berjalan

2 Juni 2026 - 15:08 WIB

Trending di Daerah