Menu

Mode Gelap
Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi Isra Miraj Jadi Momentum Pertobatan Ekoteologis, Menag Ajak Umat Berhenti Merusak Alam

Bisnis · 9 Okt 2024 13:07 WIB ·

Jokowi Kerja 24 Jam, Tapi Tak Bisa Lampaui Ekonomi SBY


Jokowi Kerja 24 Jam, Tapi Tak Bisa Lampaui Ekonomi SBY Perbesar

JAKARTA | Harian Merdeka

Penasihat Senior Lembaga Kajian Laboratorium Indonesia 2045 (LAB 45) Andi Widjajanto menilai kepemimpinan Presiden Jokowi tak bisa membawa perubahan ekonomi Indonesia melampaui pertumbuhan ekonomi era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Semula, lanjut Andi, Jokowi adalah Presiden pekerja keras yang selalu bekerja hampir satu minggu penuh untuk memastikan seluruh anak buahnya bekerja sesuai target.

“Seseorang yang baru akan masuk kamar jam setengah 1, jam 1 pagi nanti setelah salat subuh telepon staf-stafnya, dan kring untuk bertanya agenda hari ini, revisi apa yang harus dilakukan,” tutur Andi dalam seminar nasional LAB 45 yang disiarkan secara daring, Selasa (8/10).

“itu dilakukan setiap hari 24 jam 7 hari seminggu tidak peduli mau natal, mau lebaran, enggak peduli, tidak ada hari jeda,” sambungnya.

Ia menegaska, pemimpin dengan etos kerja seperti Jokowi sangat dibutuhkan dan penting buat kemajuan negara. Pun begitu, Andi menyebut etor kerja Jokowi belum mampu membawa pertumbuhan ekonomi yang signifikan dibandingkan pemerintahan SBY.

Ia pun menduga hal tersebut terjadi karena ada sesuatu permasalahan struktural yang tak tersentuh oleh Jokowi selama memimpin.

“Lah kok pertumbuhan ekonominya tak pernah melampaui SBY, apa yang salah? jadi kayaknya masalahnya tidak idiosinkrotik nih, masalahnya bersifat struktural yang harus di kita utak-atik,” jelas dia.

“Karena etos kerja yang dikeluarkan oleh Pak Jokowi tidak membuat pertumbuhan ekonominya rata-rata dalam 10 tahun melampaui SBY apalagi dibandingkan dengan Pak Harto,” sambungnya.

Lebih lanjut, Andi menuturkan salah satu kesalahan yang dilakukan Jokowi selama memimpin sebagai presiden adalah terlalu fokus membangun infrastruktur.

Ia menyebut kesalahan itu membuat negara keliru dalam mengambil fokus pengelolaan sumber daya yang ada.

“Kritikan terbesar termudah untuk Pak Jokowi selama 10 tahun, Pak Jokowi terlalu fokus ke infrastruktur, misalnya kurang ke sumber daya manusia, kurang ke pendidikan, itu kritikan termudah,” jelas dia.(jr)

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Darurat Ketahanan Energi: Forsiber Peringatkan Pemerintah Soal Minimnya Persiapan Hadapi Krisis BBM

6 Maret 2026 - 15:47 WIB

Di Balik Rapor Saham Menteri: Mengupas Keterlibatan Maruarar di BOLA hingga Trenggono di Sektor Emas

6 Maret 2026 - 15:44 WIB

Langkah Diplomasi Prabowo: Pakistan dan UEA Beri Sinyal Positif untuk Mediasi Konflik Iran

6 Maret 2026 - 15:38 WIB

Menjawab Spekulasi, PBB Tegaskan Tidak Ada Bukti Iran Mengembangkan Senjata Nuklir

6 Maret 2026 - 15:35 WIB

Kunci Sukses Pemerintahan Prabowo: Dasco Sebut Persatuan Nasional Harga Mati

6 Maret 2026 - 14:29 WIB

DPRD Lebak Naikkan Dana Reses, BCW: Tidak Ada Urgensi, Hanya Hamburkan Uang Rakyat!

6 Maret 2026 - 14:26 WIB

Trending di Daerah