Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Daerah · 24 Apr 2025 13:55 WIB ·

Kemenag Lebak Tanam 1.500 Pohon Matoa Sambut Hari Bumi, Dukung Gerakan Nasional Pelestarian Lingkungan


Kemenag Lebak Tanam 1.500 Pohon Matoa Sambut Hari Bumi, Dukung Gerakan Nasional Pelestarian Lingkungan Perbesar

LEBAK | Harian Merdeka


Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, mulai merealisasikan program Gerakan Nasional Penanaman Satu Juta Pohon Matoa sebagai bagian dari upaya pelestarian lingkungan, reboisasi, dan penghijauan. Program ini dilaksanakan bertepatan dengan peringatan Hari Bumi ke-55 yang jatuh pada Selasa, 22 April 2025.

“Kita hari ini menanam pohon matoa sekitar 1.500 batang di 28 kecamatan,” ujar Kepala Subbagian Tata Usaha Kantor Kemenag Lebak, Ajrum Firdaus, saat kegiatan penanaman pohon yang dipusatkan di MAN 1 Rangkasbitung, Lebak.

Gerakan ini merupakan tindak lanjut dari inisiatif yang diluncurkan oleh Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar. Menurut Ajrum, gerakan ini adalah wujud nyata kepedulian Kemenag terhadap pelestarian lingkungan hidup dan peran aktif lembaga keagamaan dalam upaya reboisasi nasional.

Penanaman pohon matoa dilakukan secara serentak di berbagai institusi pendidikan dan keagamaan di bawah naungan Kemenag, termasuk Kantor Urusan Agama (KUA), Madrasah Aliyah (MA), Madrasah Tsanawiyah (MTs), serta sejumlah Pondok Pesantren (Ponpes) di wilayah Kabupaten Lebak.

“Gerakan ini bukan hanya kegiatan fisik menanam pohon, tetapi juga sebuah bentuk perilaku akhlak mulia yang didorong oleh kesadaran ekoteologi untuk menjaga kelestarian lingkungan,” ungkap Ajrum.

Ia menegaskan bahwa program ini turut melibatkan lembaga keagamaan dan institusi pendidikan sebagai sarana kampanye penghijauan, sekaligus memperkuat harmoni sosial lintas umat beragama dalam aksi kolektif menjaga lingkungan hidup.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung gerakan ini karena memiliki dampak positif terhadap keberlangsungan hidup manusia,” imbuhnya.

Ajrum juga menyampaikan pentingnya kesadaran umat Islam dalam menjaga dan merawat bumi sebagai amanah dari Allah SWT. Ia mengingatkan bahwa kerusakan lingkungan, baik di darat maupun laut, bisa membawa malapetaka berupa bencana alam.

“Umat Muslim wajib menjaga dan melestarikan ekosistem alam agar tidak menimbulkan malapetaka. Kami berharap gerakan penanaman sejuta pohon ini dapat membawa kemaslahatan bagi umat serta menjadi sedekah jariyah yang terus mengalir pahalanya,” ujarnya.

Program ini diharapkan menjadi kontribusi berkelanjutan dalam menciptakan lingkungan yang hijau, sehat, dan harmonis, serta mendukung keberlanjutan ekosistem bagi generasi mendatang.(ant/Fj)

Artikel ini telah dibaca 12 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Kepala Desa se Kecamatan Cijeruk dan Cigombong Bantah Adanya Intervensi Oleh Jaro Ade

12 Juni 2026 - 15:19 WIB

Jaga Jakarta On The Spot, Kapolda Metro Jaya Dengarkan Langsung Keluhan dan Harapan Warga

11 Juni 2026 - 10:21 WIB

Anak Sekolah dan Petani Jadi Korban, Warga Titip Aspirasi Jembatan kepada TNI AD

8 Juni 2026 - 11:43 WIB

Dukung Mobilitas Warga, Satbrimob Polda Banten Revitalisasi Jembatan di Bayah

8 Juni 2026 - 10:34 WIB

Imbas Kebakaran Pasar Parung, MataHukum Minta Bupati Bogor Copot Direksi Pasar Tohaga

8 Juni 2026 - 10:18 WIB

Bupati Rudy Susmanto Pastikan Proyek Jalan Tambang Bogor Barat Tetap Berjalan

2 Juni 2026 - 15:08 WIB

Trending di Daerah