Menu

Mode Gelap
Helmy Halim, Balon Walikota Tangerang Asal Demokrat : Masyarakat Harus Dilibatkan Dalam Pembangunan Pengurus HNSI Sumut Dan Jajarannya Audiensi Ke Ditpolairud Poldasu Maesyal Rasyid Hadiri Pengajian Akbar dan Pengukuhan Ranting Desa Muslimat NU Kecamatan Teluknaga DPC HNSI Medan Bersama PT Musim Mas Melakukan Reboisasi Bibir Pantai Wilayah Belawan Polsek Teluknaga Amankan Penjual Obat Tramadol

Ekbis · 20 Okt 2023 08:28 WIB ·

Kemendag Garap Ekspor ke Tunisia hingga Aljazair


Didi Sumedi Perbesar

Didi Sumedi

JAKARTA | Harian Merdeka

Kementerian Perdagangan (Kemendag) berupaya melakukan penetrasi ekspor ke pasar non tradisional, terutama Tunisia, Bosnia dan Herzegovina, Kenya, Pakistan, serta Aljazair.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Didi Sumedi mengatakan, nilai tren ekspor Indonesia ke negara tersebut mengalami tren positif, periode 2018-2022.

“Ini luar biasa. Pasar ekspor ke lima negara ini harus terus digarap,” ujar Didi dalam acara “Ambassador Dialogue Series: Grab The Market” di Trade Expo Indonesia 2023, ICE BSD Tangerang, Banten, Kamis (19/10/2023).

Ia pun merinci, tren ekspor Indonesia ke Tunisia sebesar 34,01 persen, Kenya 19,57 persen, Pakistan 20,69 persen, Aljazair 13,63 persen serta Bosnia dan Herzegovina -10,27 persen.

Meski begitu, lanjut Didi, ada sejumlah tantangan saat memasuki pasar non tradisional. Hal itu mengingat pertumbuhan ekonomi dunia masih melambat.
International Monetary Fund (IMF) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi dunia melambat dari 3,4 persen pada 2022 menjadi 2,9 persen pada 2023.

“Hal ini biasanya linier dengan permintaan impor dunia. Artinya, pertumbuhan akan sedikit turun sehingga persaingan dengan negara lainnya semakin ketat,” kata Didi.

Untuk itu, Ia mengajak pelaku usaha Indoensia untuk menjajaki sejumlah negara untuk ekspor pasar non tradisional seperti Afrika, Asia Selatan, Asia Tengah dan Eropa Barat.

Menurutnya, potensi pasar di wilayah ini mencapai 1,5 miliar penduduk. Terlebih, produk yang diminati di wilayah Afrika sangat relevan dengan produk yang dihasilkan Indonesia.

Indonesia dinilai dapat memenuhi permintaan produk dasar kebutuhan sehari-hari seperti pakaian, alas kaki, hingga produk kecantikan sehingga untuk memasuki pasar tersebut relatif tidak berat.

“Kami optimistis dari sisi produk ke negara wilayah tersebut permintaan dapat dipenuhi pelaku usaha Indonesia. Mudah-mudahan informasi yang disampaikan pada kegiatan ini bermanfaat untuk pelaku usaha Indonesia,” tambahnya. (jr/you)

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Jelajahi Sensasi Kuliner Nusantara di Hotel Santika Premiere Bintaro!

15 Juli 2024 - 16:29 WIB

Dubes RI Bicara Hubungan Indonesia-Australia di Curtin University

12 Juli 2024 - 11:51 WIB

Kolombia Lolos ke Final, Hancurkan Uruguay 2-1

12 Juli 2024 - 11:48 WIB

Spanyol Tembus Final Euro 2024

11 Juli 2024 - 10:39 WIB

Presiden Jokowi Lepas Atlet Olimpiade Paris

11 Juli 2024 - 10:20 WIB

Dubes RI Bicara Hubungan Indonesia-Australia di Curtin University

10 Juli 2024 - 11:12 WIB

Trending di Internasional