Bontang | Harian Merdeka
Pupuk Kalimantan Timur (Kaltim) mencatat produksi sekitar 2,14 juta ton sepanjang Kuartal I 2026. Dari total tersebut, urea masih jadi kontributor terbesar dengan 1.164.435 ton, disusul amoniak 874.644 ton dan NPK 104.318 ton. Demikian disampaikan Sekretaris Perusahaan Pupuk Kaltim, Anggono Wijaya pada konferensi pers Kinerja Operasional Pupuk Kaltim Kuartal I 2026, Jakarta, Rabu (29/4).
“Sebagai bagian dari pupuk indonesia, pupuk kaltim memiliki tanggung jawab besar dalam pemenuhan pasokan pupuk nasional. Dari capaian kinerja kuartal 1 tahun 2026, Pupuk Kaltim mampu mencatatkan kinerja produksi yang solid,” ujar Anggono.
Ia menambahkan, perusahaan juga memastikan stok pupuk dalam kondisi aman dan siap disalurkan ke berbagai wilayah, terutama untuk pupuk subsidi.
Per 27 April 2026, stok pupuk subsidi (gabungan urea dan NPK) tercatat sebesar 618.393 ton. Jumlah ini berada di atas batas safety stock, dengan urea mencapai 131 persen dan NPK 146 persen.
Anggono juga memastikan stok dalam kondisi aman dan siap untuk disalurkan melalui jaringan distribusi ke seluruh Indonesia utamanya urea subsidi.
“Artinya dengan stok yang melebihi dari safety stock, kita bisa menjamin pasokan untuk petani aman,” ujarnya.
Selain menjaga produksi dan distribusi, Pupuk Kaltim juga terus mendorong peningkatan produktivitas pertanian melalui sejumlah program, seperti Agrosolution dan program inovasi sosial PKT Bisa.
PKT Bisa merupakan singkatan dari Pupuk Kompos Terintegrasi Babadan Inovatif dan Sejahtera. Program ini mengusung konsep Creating Shared Value (CSV), yang memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus perusahaan.
Melalui program ini, Pupuk Kaltim membina sejumlah kelompok masyarakat di berbagai daerah untuk mengembangkan pupuk kompos. Salah satu contohnya berada di Babadan, Magetan, di mana masyarakat didampingi untuk memproduksi dan mengelola pupuk kompos secara mandiri.
“Dengan pengembangan kelompok tadi, itu bisa memberikan manfaat bagi mereka, bagi kelompok dan juga bagi PKT. Jadi, ada shared value atau nilai yang dibagi bersama antara PKT dan juga kelompok tadi,” ujarnya.
Di bidang lingkungan, Pupuk Kaltim kembali meraih PROPER Emas 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
Penghargaan ini menjadi yang ke-9 kalinya diraih secara berturut-turut, di tengah menurunnya jumlah penerima PROPER Emas secara nasional.
“Jadi memang hasilnya di Kementerian LHK sendiri itu ada penurunan jumlah yang mendapatkan emas, tapi PKT alhamdulillah bisa mempertahankan emas yang ke-9 kalinya,” imbuhnya. (Egi)







