Menu

Mode Gelap
Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi Isra Miraj Jadi Momentum Pertobatan Ekoteologis, Menag Ajak Umat Berhenti Merusak Alam

Internasional · 14 Jan 2026 16:27 WIB ·

Kemenlu Fokus Upaya Penyelamatan WNI yang Disandera Bajak Laut di Gabon


Kemenlu Fokus Upaya Penyelamatan WNI yang Disandera Bajak Laut di Gabon Perbesar

JAKARTA | Harian Merdeka

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyatakan, bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan otoritas Gabon demi memperjuangkan penyelamatan anak buah kapal (ABK) warga negara Indonesia (WNI) yang diculik bajak laut dari kapal ikan mereka di perairan Gabon.

Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI Heni Hamidah, pihaknya telah mendapat informasi terkait adanya korban WNI dalam pembajakan kapal penangkap ikan IB FISH 7 di Gabon, pada Minggu (11/1/2026) waktu setempat.

“Segera setelah mendapat informasi pembajakan, Kemlu melalui KBRI Yaounde telah melakukan koordinasi dengan otoritas setempat, perusahaan kapal, dan pihak terkait lainnya untuk mempercepat upaya penyelamatan awak kapal yang diculik,” kata Heni, dalam keterangan resmi, Selasa (13/1/2026).

Selain itu, KBRI Yaounde juga telah meminta informasi terbaru terkait kondisi kesehatan para WNI awak kapal yang terdampak pembajakan, khususnya yang lolos dari penculikan oleh bajak laut.

Sementara itu, pelaku pembajakan diketahui menculik 9 dari 12 awak kapal IB FISH 7, sementara 3 lainnya – 2 di antaranya adalah WNI – lolos dari penculikan dan bertahan di atas kapal hingga diselamatkan otoritas setempat, yang mengawal kapal sampai Libreville, ibu kota Gabon.

Heni memastikan, WNI yang selamat tersebut dalam kondisi aman, sementara personel Angkatan Laut Gabon telah memulai operasi pemburuan terhadap para pelaku penculikan ABK tersebut.

KBRI Yaounde terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan bahwa penanggung jawab tetap melaksanakan semua hak ketenagakerjaan yang dimiliki para ABK WNI maupun keluarganya, ucap dia. “⁠Kemlu dan KBRI Yaounde akan terus memantau perkembangan situasi dan melakukan penanganan kasus ini,” kata Heni.

Sebelumnya, Kepala Staf Angkatan Laut Gabon Laksamana Madya Charles Hubert Bekale Meyong mengkonfirmasi bahwa ada 4 WNI dan 5 WN Tiongkok yang diculik bajak laut dalam peristiwa tersebut.(Agus)

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

​ANFREL: Revolusi Gen Z di Bangladesh Jadi Simbol Kebangkitan Demokrasi Asia

15 Februari 2026 - 01:53 WIB

Dari Hary Tanoe hingga Jokowi, Nama Tokoh Indonesia Disorot dalam Epstein Files

4 Februari 2026 - 14:58 WIB

Gencatan Senjata Dilanggar Israel

2 Februari 2026 - 17:02 WIB

Gaza Dibombardir, IndexPolitica Nilai Diplomasi RI Tak Berdampak

2 Februari 2026 - 15:19 WIB

Jakarta dan Canberra Satukan Barisan Lawan Terorisme hingga Kejahatan Siber

29 Januari 2026 - 16:13 WIB

Siswa SMP Indonesia Raih Best Delegate AYIMUN ke-20 di Malaysia, Soroti Perlindungan Anak di Era Digital

28 Januari 2026 - 14:49 WIB

Trending di Internasional