Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Politik · 5 Mar 2026 13:09 WIB ·

Kritik PKN: Manuver Prabowo ke AS Hanya Upaya Mengamankan Posisi dari Kebijakan Proteksionis Trump


Kritik PKN: Manuver Prabowo ke AS Hanya Upaya Mengamankan Posisi dari Kebijakan Proteksionis Trump Perbesar

JAKARTA | Harian Merdeka

Arsitektur sistem internasional yang terjadi hari ini, di mana tidak ada otoritas supra-nasional yang menjamin keamanan suatu negara, memaksa setiap bangsa untuk menjadikan kelangsungan hidup (survival) sebagai motif paling rasional.

Tantangan ini kian nyata bagi kekuatan menengah (middle power) seperti Indonesia, yang kini dihadapkan pada ketidakpastian global akibat kebijakan luar negeri Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Donald Trump yang cenderung transaksional dan proteksionis.

​Wakil Ketua Umum Pimpinan Nasional Partai Kebangkitan Nusantara (PKN), Denny Charter, menilai bahwa dalam kondisi tatanan global yang semakin tidak terprediksi, retorika politik luar negeri “Bebas Aktif” Indonesia kini mengalami pergeseran makna secara pragmatis. Menurutnya, langkah diplomasi yang diambil Presiden Prabowo Subianto terhadap Washington merupakan sebuah kalkulasi kerentanan yang matang.

​“Langkah diplomasi Prabowo terhadap Washington bukanlah sekadar kelanjutan tradisi diplomatik lama. Ini adalah upaya kelangsungan hidup politik (political survival) yang dirancang khusus untuk memitigasi risiko di tengah kebijakan AS yang kian sulit ditebak,” ujar Denny dalam keterangan tertulisnya, Rabu (4/3/2026).

​Kalkulasi Rasional dan Strategi Keamanan
Mengutip teori Neorealisme Defensif dari Kenneth Waltz, Denny menjelaskan bahwa negara saat ini tidak lagi sekadar mencari kekuasaan maksimal, melainkan keamanan maksimal. Karakteristik kebijakan Donald Trump yang berpusat pada America First, unilateralisme, dan proteksionisme ekonomi menciptakan ancaman asimetris bagi Indonesia.

​“Ketakutan terhadap arah kebijakan Trump bukan berarti kita inferior secara psikologis, melainkan sebuah pengakuan rasional atas asimetri kekuatan. Prabowo memahami bahwa menghindari konfrontasi dengan AS adalah keharusan strategis demi menjaga stabilitas ekonomi domestik, yang merupakan legitimasi utama kekuasaannya,” tambah Denny.

​Pilihan ‘Bandwagoning’ Parsial
Lebih lanjut, Denny memaparkan bahwa sebagai negara kekuatan menengah, Indonesia tidak memiliki kapasitas material untuk melakukan perimbangan kekuatan (balancing) secara langsung terhadap AS. Oleh karena itu, strategi yang paling masuk akal adalah melakukan bandwagoning secara parsial atau merapat secara terbatas ke sumber ancaman.

​Hal ini tercermin dalam upaya Indonesia mengomodasi kepentingan strategis atau ekonomi tertentu dari AS, seperti kesepakatan dagang atau pembelian alutsista. Strategi ini, menurut Denny, bertujuan murni sebagai mekanisme pertahanan diri (defensive mechanism) agar Indonesia tidak masuk dalam radar target sanksi ekonomi atau tarif balasan dari Washington.

​Mutasi Narasi Bebas Aktif
Denny Charter menyimpulkan bahwa di bawah tekanan polarisasi global, narasi “Bebas Aktif” kini telah bermutasi menjadi Hedging Defensif. Manuver Prabowo yang mendekat ke Washington adalah langkah antisipatif agar ekonomi nasional tidak tergerus oleh kebijakan proteksionis AS.

​“Ini adalah bentuk ketundukan pragmatis. Realitas pahit di panggung internasional adalah negara menengah sering kali harus mengorbankan sebagian otonomi strategisnya demi mengamankan survival rezim dan negaranya dari amukan negara adidaya,” pungkasnya.
(Egi)

Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Polisi Larang Demo di Bundaran HI, Ratusan Mahasiswa Tertahan di Thamrin

12 Juni 2026 - 16:20 WIB

Pengamat : Pastikan Prabowo Gandeng PDIP Lawan Gibran di Pilpres 2029

12 Juni 2026 - 14:55 WIB

Tim Advokasi Transportasi Publik Tolak Kenaikan Tarif Transjakarta maupun Transjbodetabek

11 Juni 2026 - 14:25 WIB

Resmi Disahkan, Pengamat Sebut UU Polri Jawaban Tantangan Global

11 Juni 2026 - 12:30 WIB

M. Qodari: Buku Presiden Solusi Disusun sebagai Bacaan Populer bagi Masyarakat

9 Juni 2026 - 14:59 WIB

Sufmi Dasco Pimpin Rakor Bareng Menteri, Bahas Izin Investasi Hingga Ekspor DSI

8 Juni 2026 - 14:20 WIB

Trending di Politik