JAKARTA | Harian Merdeka
Arsenal memastikan tiket ke semifinal Carabao Cup usai menyingkirkan Crystal Palace. Namun, di balik kelolosan tersebut, satu catatan krusial kembali menghantui The Gunners: kegagalan mempertahankan keunggulan hingga peluit akhir.
Pada laga perempat final yang digelar di Emirates Stadium, Rabu (24/12/2025) dini hari WIB, Arsenal harus melalui drama adu penalti sebelum menang 8-7, setelah bermain imbang 1-1 di waktu normal. Arsenal sempat memimpin lewat gol bunuh diri Maxence Lacroix pada menit ke-80, tetapi keunggulan itu sirna setelah Marc Guehi mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-90+5, membobol gawang Kepa Arrizabalaga.
Kebobolan di penghujung laga ini menambah daftar masalah serupa yang dialami Arsenal sepanjang Desember. Sebelumnya, situasi hampir sama terjadi saat menghadapi Aston Villa dan Wolverhampton Wanderers, di mana Arsenal juga gagal mengunci hasil hingga menit akhir.
Manajer Arsenal, Mikel Arteta, mengakui kecenderungan tersebut, namun menilai akar persoalan bukan semata pada pertahanan, melainkan kegagalan memaksimalkan peluang.
“Kadang Anda harus memberi kredit kepada lawan, tetapi marginnya seharusnya bisa lebih besar. Seharusnya tiga atau empat gol, sehingga situasi di menit-menit akhir tidak menjadi masalah,” ujar Arteta.
Arteta menegaskan timnya sebenarnya tidak banyak memberi peluang kepada lawan. Ia juga memuji ketenangan para pemain saat menjalani adu penalti, meski mengakui efektivitas penyelesaian akhir masih perlu ditingkatkan.
“Kami menciptakan beberapa peluang besar hari ini, tetapi tidak memaksimalkannya. Yang harus kami lakukan adalah terus percaya pada pemain, terus berlatih, dan terus melakukan perbaikan,” pungkas Arteta.
Kelolosan ke semifinal memang menjadi modal positif bagi Arsenal. Namun, catatan kebobolan di menit-menit krusial tetap menjadi pekerjaan rumah yang perlu segera dibenahi jika The Gunners ingin melangkah lebih jauh tanpa terus bergantung pada drama di akhir laga.(dts/Fj)







