Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Pemerintahan · 27 Agu 2024 10:41 WIB ·

Mahasiswa & Dosen UGM Nyalakan Lilin Darurat Demokrasi


Mahasiswa & Dosen UGM Nyalakan Lilin Darurat Demokrasi Perbesar

JAKARTA | Harian Merdeka

Ratusan mahasiswa dan dosen Universitas Gadjah Mada (UGM) berunjuk rasa dengan menyalakan lilin sebagai bentuk keprihatinan atas kondisi darurat demokrasi Indonesia akhir-akhir ini.

Aksi ini dilakukan di kompleks Balairung, UGM, Sleman, DIY, Senin (26/8) malam, tepatnya di bawah pohon Bodhi. Beberapa mahasiswa yang hadir dari fakultas FMIPA, Psikologi, Hukum, dan beberapa lainnya.

Koordinator acara, Monica Ratna Theodora menjelaskan bahwa aksi ini tak lepas dari kontroversi rencana pengesahan RUU Pilkada oleh DPR RI yang berpotensi menganulir putusan MK tentang persyaratan pencalonan.

“Aksi kita kali ini juga tidak terlepas dari UU Pemilu yang mau diacak-acak dan mendekati Pilkada,” ujar Monica, dikutip cnnindonesia com, Senin malam.

Mereka mengkritik revisi UU Pilkada yang dilakukan anggota DPR sudah jelas untuk kepentingan kelompok tertentu.

Ia menyebut, aksi menyalakan lilin berlangsung di bawah Pohon Bodhi sebagai simbol Buddha untuk kapasitas manusia dalam mencapai pencerahan.

“Kenapa memilih lilin sebagai penerangan kita karena itu sebagai arti untuk penerangan menerangi dari pohon ilmu pengetahuan yang sudah lama gelap, kita terangi dengan cahaya lilin untuk menerangi semangat kita,” tuturnya.

Melalu kegiatan ini, ia berharap mahasiswa bisa melakukan konsolidasi untuk melancarkan aksi turun ke jalan sekaligus diskusi menyikapi situasi demokrasi belakangan ini.

Ricardo Simarmata adalah salah satu dosen yang mengikuti acara ini. Menurutnya, dosen dan mahasiswa telah disatukan penggunaan akal sehat menyikapi situasi demokrasi dewasa ini.

Dosen Fakultas Hukum UGM itu tergerak dalam aksi ini demi memberikan jaminan keamanan bagi para mahasiswa untuk keberlangsungan aktivitas kampus mereka.

“Jadi karena itu nggak ada lagi identitas mahasiswa dan dosen karena sama-sama menggunakan alat yang sama itu akal yang sehat gitu,” ujarnya.

“Dan kami di Fakultas Hukum merasa perlu mendukung supaya mahasiswa juga nggak takut, nggak khawatir kalau dia ikut terlibat gini nanti nggak bisa ikut ujian atau bahkan ada teguran atau sanksi, kita bantu mahasiswa itu salah satunya juga di luar soal isunya ya juga itu untuk memastikan mereka tidak khawatir dengan langkah yang diambil itu,” ungkapnya. (jr)

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Matahukum Bedah Dua Wajah Nanik Deyang: Menangis tapi Suka Blokir Wartawan

1 Mei 2026 - 20:06 WIB

Pasar Gembrong Sukasari Jadi Destinasi Wisata Belanja dan Edukasi Siswa SD

30 April 2026 - 15:56 WIB

Menteri Hukum RI Bertemu Firman Jaya Daeli, Bahas Penguatan Negara Hukum Indonesia

28 April 2026 - 16:50 WIB

Kepala Satpol PP Dahlan : Pemkot Tangsel Berantas Barang Ilegal Lindungi Masyarakat

22 April 2026 - 12:37 WIB

Ka. Lapas Kelas IIB Gunungsitoli Serahkan SK Kenaikan Pangkat kepada 21 ASN

22 April 2026 - 11:14 WIB

Honeymoon Selesai, Begini Rapor 1,5 Tahun Prabowo-Gibran Versi Survei IndexPolitica

21 April 2026 - 20:16 WIB

Trending di Politik