Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Pemerintahan · 20 Agu 2025 13:28 WIB ·

Mendagri Ingatkan Bupati Sudewo


Mendagri Ingatkan Bupati Sudewo Perbesar

PATI | Harian Merdeka

Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian kembali mengingatkan kepada Bupati Pati, Sudewo, agar fokus menjalankan roda pemerintahan, jelang aksi unjuk rasa jilid 2 yang menuntut pemakzulan Bupati Sudewo, pada 25 Agustus 2025.

Tito Karnavian menegaskan, proses politik melalui hak angket DPRD tidak boleh menghentikan jalannya pemerintahan.

“Saya sampaikan bahwa pemerintahan tetap berjalan sesuai aturan undang-undang. Bupati tetap harus bekerja, meskipun DPRD membentuk pansus hak angket,” ujar Tito di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, kemarin.

Ia mengingatkan Sudewo agar berhati-hati dalam berkomunikasi dengan masyarakat. Gaya komunikasinya harus lebih santun agar tidak semakin memicu ketegangan. “Silakan saja kalau Bupatinya mau melakukan komunikasi dengan masyarakat, dengan cara yang lebih santun,” tegasnya.

Tito juga mengingatkan masyarakat Pati agar tidak melakukan aksi anarkis dalam unjuk rasa.

Ia memahami keresahan publik atas kebijakan kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) hingga 250 persen, namun menyampaikan pendapat tetap harus dilakukan secara damai.

Sementara itu, warga Pati bersiap menggelar demo jilid II pada 25 Agustus 2025 di kawasan Alun-alun Pati.  Aksi masa yang menamakan diri Aliansi Masyarakat Pati Timur Bersatu menargetkan kehadiran hingga 50 ribu orang.

Mereka mendesak DPRD Pati segera menuntaskan pansus hak angket dan memakzulkan Bupati Sudewo.

Ahmad Husein, inisiator aksi, menegaskan pihaknya tidak lagi membawa nama Aliansi Masyarakat Pati Bersatu karena telah terikat kesepakatan dengan polisi untuk tidak menggelar aksi sebelum pansus selesai.

“Namanya sekarang Masyarakat Pati Timur Bersatu, tapi mewakili seluruh masyarakat Pati,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan massa agar tidak terprovokasi pihak luar. “Kami mendeteksi ada penyusup yang berpotensi bikin ricuh, bahkan membawa bom molotov. Saya minta peserta aksi tetap tertib, jangan rusak fasilitas umum, dan jangan anarkis,” tegas Husein. (jr)

Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Forsiber Desak KPK dan Kejaksaan Usut Pengadaan di Korlantas Polri

4 Juni 2026 - 13:36 WIB

Mengawal Transparansi Anggaran “POPDA” Dispora Pemkot Tangerang.

3 Juni 2026 - 10:18 WIB

HUT ke-10 Polda Sulbar, Gubernur Suhardi Duka Puji Peran Strategis Polri

2 Juni 2026 - 10:10 WIB

Bang Benyamin, Mendapat Kritik Keras “Stop ABS, Open Bidding”

22 Mei 2026 - 15:59 WIB

Pemkot Tangsel dan Kemenkum Dorong UMKM Daftarkan Merek Kolektif dan Legalitas Usaha

22 Mei 2026 - 13:35 WIB

Sudah Putusan Dewan Pers, Kenapa Polda Metro Tetap Panggil Wartawan

22 Mei 2026 - 11:13 WIB

Trending di Pemerintahan