JAKARTA | Harian Merdeka
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini menyatakan dukungan penuh terhadap Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dalam memperkuat perlindungan bagi perempuan, anak, dan kelompok rentan. Dukungan tersebut sejalan dengan pembentukan Direktorat Reserse serta Satuan Reserse Pelindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (PPA-PPO).
Rini menilai langkah Polri tersebut sebagai upaya mendekatkan layanan birokrasi langsung kepada masyarakat. “Apa yang sudah dilakukan Polri merupakan upaya untuk mendekatkan layanan birokrasi dan turun langsung ke masyarakat. Tata kelola pemerintahan tidak boleh hanya selesai di balik meja, tetapi harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Rini, Kamis (22/1/2026).
Pernyataan itu disampaikan Rini saat menghadiri peluncuran 11 Direktorat Reserse PPA-PPO di tingkat polda dan 22 Satuan Reserse PPA-PPO di tingkat polres di Jakarta, Rabu (21/1/2026). Ia menegaskan penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak serta perdagangan orang harus mengedepankan pendekatan ramah korban, didukung sumber daya manusia yang kompeten dan inklusif.
“Pembentukan Direktorat Reserse dan Satuan Reserse PPA-PPO ini harus diisi oleh sumber daya manusia yang kompeten, profesional, dan berorientasi inklusif, mampu mendekatkan diri kepada kelompok rentan, memperlakukan korban secara bermartabat, serta memastikan layanan yang tidak diskriminatif,” tegas Rini.
Sementara itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan pembentukan Direktorat Reserse dan Satuan Reserse PPA-PPO merupakan wujud komitmen Polri menjawab kebutuhan masyarakat dan merespons keresahan publik terhadap kejahatan yang mengancam perempuan dan anak.
“Direktorat Reserse dan Satuan Reserse PPA-PPO harus menjadi garda terdepan dalam memberikan pelayanan yang humanis, profesional, dan berkeadilan, serta memastikan setiap perkara ditangani secara tuntas dengan menjunjung tinggi perspektif dan penghormatan terhadap gender,” ujar Listyo.
Ia menambahkan pembentukan Direktorat Reserse PPA-PPO sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya penguatan kesetaraan gender, sekaligus membuka peluang lebih luas bagi pengembangan karier polisi wanita. (con/fj)






