Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Politik · 22 Jan 2026 16:30 WIB ·

Mentri PANRB Pasang Badan untuk Polri di Garda Perlindungan Perempuan dan Anak


Mentri PANRB Pasang Badan untuk Polri di Garda Perlindungan Perempuan dan Anak Perbesar

JAKARTA | Harian Merdeka

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini menyatakan dukungan penuh terhadap Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dalam memperkuat perlindungan bagi perempuan, anak, dan kelompok rentan. Dukungan tersebut sejalan dengan pembentukan Direktorat Reserse serta Satuan Reserse Pelindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (PPA-PPO).

Rini menilai langkah Polri tersebut sebagai upaya mendekatkan layanan birokrasi langsung kepada masyarakat. “Apa yang sudah dilakukan Polri merupakan upaya untuk mendekatkan layanan birokrasi dan turun langsung ke masyarakat. Tata kelola pemerintahan tidak boleh hanya selesai di balik meja, tetapi harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Rini, Kamis (22/1/2026).

Pernyataan itu disampaikan Rini saat menghadiri peluncuran 11 Direktorat Reserse PPA-PPO di tingkat polda dan 22 Satuan Reserse PPA-PPO di tingkat polres di Jakarta, Rabu (21/1/2026). Ia menegaskan penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak serta perdagangan orang harus mengedepankan pendekatan ramah korban, didukung sumber daya manusia yang kompeten dan inklusif.

“Pembentukan Direktorat Reserse dan Satuan Reserse PPA-PPO ini harus diisi oleh sumber daya manusia yang kompeten, profesional, dan berorientasi inklusif, mampu mendekatkan diri kepada kelompok rentan, memperlakukan korban secara bermartabat, serta memastikan layanan yang tidak diskriminatif,” tegas Rini.

Sementara itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan pembentukan Direktorat Reserse dan Satuan Reserse PPA-PPO merupakan wujud komitmen Polri menjawab kebutuhan masyarakat dan merespons keresahan publik terhadap kejahatan yang mengancam perempuan dan anak.

“Direktorat Reserse dan Satuan Reserse PPA-PPO harus menjadi garda terdepan dalam memberikan pelayanan yang humanis, profesional, dan berkeadilan, serta memastikan setiap perkara ditangani secara tuntas dengan menjunjung tinggi perspektif dan penghormatan terhadap gender,” ujar Listyo.

Ia menambahkan pembentukan Direktorat Reserse PPA-PPO sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya penguatan kesetaraan gender, sekaligus membuka peluang lebih luas bagi pengembangan karier polisi wanita. (con/fj)

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Dari Magelang, Ketua DPRD Kota Gunungsitoli Serap Strategi Bangun Daerah

20 April 2026 - 12:53 WIB

IKA PMII Pakuan: Penataan Wali Kota Bogor Jangan Cekik Ekonomi Rakyat

17 April 2026 - 12:12 WIB

Denny Charter: Kejaksaan Lebih Mumpuni, Saatnya KPK Dibubarkan

17 April 2026 - 12:10 WIB

Soal Pemberitaan Tempo, Nasdem Jabar Ingat Etika Pers dan Kepatutan Ruang Publik

17 April 2026 - 11:58 WIB

​Bantah Isu Gabung Gerindra, Arif Rahman: NasDem Bukan PT Tbk, Kami Punya Mandat Rakyat

14 April 2026 - 17:02 WIB

Kinerja Jeblok, Menteri Pariwisata Didesak Masuk Kotak Reshuffle

14 April 2026 - 14:15 WIB

Trending di Politik