Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Politik · 29 Sep 2025 12:10 WIB ·

Muktamar X PPP Ricuh


Muktamar X PPP Ricuh Perbesar

JAKARTA | Harian Merdeka

Muktamar X Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ricuh di Ancol, kemarin. Dua kubu saling klaim sebagai ketua umum terpilih hingga terjadi kericuhan. Mereka baku hantam hingga lempar kursi. Kabarnya ada sejumlah orang dilarikan ke rumah sakit. 

Pemicu kericuhan berawal dari pemilihan ketua umum PPP. Ada tiga kandidat, namun yang paling menguat nama Mardiono dan Agus Suparmanto.

Pimpinan Sidang Muktamar X PPP, Amir Uskara, awalnya mengumumkan Mardiono sebagai calon ketua umum terpilih usai menjadi satu-satunya calon yang hadir. Amir menyebut Mardiono didukung oleh 1.304 muktamirin pemilik hak suara muktamar.

“Selamat Pak Mardiono atas terplihnya secara aklamasi dalam Muktamar X yang baru saja kami ketok palunya,” kata Pimpinan Sidang Muktamar X PPP Amir Uskara, dalam konferensi pers yang digelar usai muktamar, dikutip cnnindonesia.

Penetapan calon ketua umum maju dari jadwal semula. Dalam jumpa pers, Mardiono mengemukakan, sejak awal sudah ada gelagat -gelagat akan terjadi keributan dalam muktamar. Sehingga, berdasar AD/ART partai, proses bisa dipercepat jika terjadi kondisi yang dianggap darurat.

“Sebagaimana yang diatur dalam pasal 11 Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga, maka proses bisa dipercepat dan kemudian ini kita anggap sebagai penyelamatan dalam kondisi situasi yang sangat darurat,” kata Mardiono.

Namun penetapan ketum Mardiono ditolak sebagian peserta muktamar. Sebagian kader melalui Ketua Majelis Pertimbangan PPP, Muhamad Romahurmuziy alias Romy, menyatakan penetapan Mardiono itu tidak sah.

Romy menuturkan, Muktamar ke-10 PPP masih berlangsung hingga pukul 22.30 WIB dan belum menetapkan ketua umum. Semula, Muktamar dijadwalkan digelar selama tiga hari mulai 27-29 September.

“Adanya berita sekitar pukul 21.22 WIB yang menyebutkan bahwa Mardiono terpilih secara aklamasi adalah palsu, klaim sepihak, tidak bertanggung jawab, dan merupakan upaya memecah belah Partai Persatuan Pembangunan,” ujar Romy lewat rilis tertulis.

Buntutnya, sebagian kader termasuk Romy menetapkan calon lain sebagai ketua umum terpilih lain. Dia yakni eks Menteri Perdagangan Agus Suparmanto.

Kembalinya dualisme PPP

Saling adu klaim kemenangan itu mengulang sejarah dualisme kepemimpinan di tubuh partai Ka’bah. Pada 2014, menjelang Pilpres, dualisme kepemimpinan juga terjadi dan melibatkan Romy.

Ketika itu, Romy menolak sikap Ketua Umum Surya Dharma Ali mendukung pencalonan Prabowo Subianto di pilpres. Romy menginisiasi Rapimnas di Jakarta yang dihadiri 26 Ketua DPW dan 25 pengurus pusat. Hasilnya, Suryadharma Ali resmi diturunkan sebagai ketua umum.

Pada tahun yang sama, kasus dualimes berulang melalui dua Muktamar yang digelar oleh kubu Romy dan Djan Faridz. Pada 2 November 2014, Muktamar di Ancol, Jakarta menetapkan Djan Faridz sebagai ketua umum.

Muktamar itu digelar sebagai tandingan dari Muktamar sebelumnya yang digelar di Surabaya, 15-19 Oktober 2014 yang menetapkan Romy sebagi ketua umum.

Namun, dualisme itu akhirnya diputuskan oleh Mahkamah Agung lewat Peninjauan Kembali (PK) pada 2017 yang menyatakan kepemimpinan Romy sebagai yang sah. Putusan itu didahului oleh Muktamar islah yang digelar 2016 di Jakarta.

Agus Suparmanto Tasyakuran

Ketua Umum Terpilih PPP, Agus Suparmanto langsung mengadakan tasyakuran Mukmatar X PPP di Discovery Hotel, Ancol, Jakarta Utara, Minggu (28/9). Sejumlah tokoh hadir, salah satunya mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PPP 2020-2025, Arwani Thomafi. “Alhamdulilah tadi pagi saya terpilih sebagai ketua umum,” ujar Agus.

Agus meminta semua pihak untuk bersatu membangun PPP, termasuk pada pihak Mardiono.“Muktamar sudah usai, mari bersatu kami mengajak semua pial baik di dalam, di luar untuk bersatu membangun PPP,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Majelis Pertimbangan PPP Romahurmuziy (Rommy) menyatakan acara sore ini bertujuan sebagai bentuk rasa syukur atas terpilihnya Agus. “Rasa syukur kita atas terpilihnya Agus Suparmanto sebagai Ketua Umum. Muktamar PPP X telah usai dan telah terpilih Agus Suparmanto dan 12 Formatur,” ungkapnya. (jr)

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

SIAGA 98 Tolak Ajakan Saiful Mujani Untuk Menjatuhkan Prabowo Subianto

8 April 2026 - 16:15 WIB

Isu Reshuffle Menguat, Pengamat: Rencana Lama Kini Masuk Momentum yang Tepat

8 April 2026 - 16:08 WIB

Pimpinan MPR Nilai Kepastian Pemerintah soal Harga BBM Berdampak Positif

1 April 2026 - 11:13 WIB

Bahlil Lepas 1.000 Pemudik Golkar: Lebaran Lebih Bermakna di Kampung Halaman

17 Maret 2026 - 14:35 WIB

Reformasi Bea Cukai: Dirjen Harus Segera Dicopot

17 Maret 2026 - 13:24 WIB

Mahasiswa Gema Kosgoro Demo BGN, Tuntut Usut Dugaan Jual Beli Titik SPPG

17 Maret 2026 - 13:17 WIB

Trending di Hukum