JAKARTA | Harian Merdeka
Pada saat penyelenggaraan Musyawarah Daerah (Musda) Ke-11 Golkar Sumatera Barat (Sumbar), Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Golkar Muhammad Sarmuji menekankan tiga aspek utama yang harus dipahami para kader partai berlambang pohon beringin.
“Pertama, Musda ini ditujukan untuk melakukan evaluasi terhadap perjalanan selama lima tahun terakhir,” kata Sekjen DPP Golkar Muhammad Sarmuji di Kota Padang, kemarin.
Menurutnya, para pengurus partai termasuk relawan harus berkaca dan melihat apa saja upaya politik yang sudah dilakukan sejak lima tahun terakhir, termasuk dampak positif terhadap pembangunan yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Yang kedua, sambung Sarmuji, Musda ditujukan untuk merumuskan program-program umum partai yang harus diimplementasikan di daerah dalam hal ini Provinsi Sumbar. Kemudian tujuan ketiga ialah memilih kepemimpinan partai.
Dalam arahannya, Sarmuji menekankan agar musda yang diselenggarakan di setiap daerah harus menjadi ajang konsolidasi, bukan perpecahan. Apalagi, belakangan dinamika yang terjadi cukup besar sehingga semua kader harus bisa mengelola dengan bijak.
“Dinamika dalam musyawarah daerah harus bisa kita kelola supaya menghasilkan sesuatu yang produktif,” pesan dia.
Oleh karena itu, Sarmuji mengingatkan kader partai agar Musda ditujukan kepada evaluasi perjalanan selama lima tahun terakhir, menentukan program-program umum ke depan, dan harus melahirkan kepemimpinan dan kepengurusan yang terbaik.
“Tidak boleh suatu musyawarah daerah justru menjadi penyebab terpecahnya konsolidasi kita,” kata dia mengingatkan.
Terakhir, Sarmuji yang juga Ketua Fraksi Golkar tersebut mengajak semua kader Golkar Sumbar untuk terus berbuat kepada masyarakat, termasuk menargetkan kemenangan pada Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, Pemilihan Legislatif hingga Pemilihan Kepala Daerah pemilu berikutnya.(JR)







