JAKARTA | Harian Merdeka
Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) OPM Sebby Sambom meremeh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam menyelesaikan konflik di Papua.
Ia meminta Presiden Prabowo membentuk tim perundingan perwakilan Indonesia untuk duduk satu meja dengan KKB membahas solusi damai.
“Wakil presiden Indonesia anak ingusan itu Ada keberanian apa untuk selesaikan masalah Konflik bersenjata di Papua?” kata Sebby, dikutip laman republika co id, Kamis (10/7).
Menurutnya, Gibran tak mempunyai kompetensi, juga tak memiliki rekam jejak yang mapan dalam membahas konflik yang selama ini mengakar di Papua. “Apa kualifikasi Gibran untuk selesaikan masalah di Papua?,” ia menambahkan.
Alih-alih percaya dengan reputasi Gibran, Sebby menilai, langkah Presiden Prabowo yang meminta putra mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menangani masalah di Papua, sebagai bentuk peremehan atas situasi di Bumi Cenderawasih.
“Dia (Gibran) tidak tahu apa-apa tentang masalah di Papua. Itu tidak akan selesaikan masalah di Papua. Kami anggap ini lelucon,” ketus Sebby. Sebby meyakini masih ada ruang dialogis antara Indonesia dengan kelompok separatis bersenjata OPM untuk menyelesaikan masalah di Papua.
Karena itu, Sebby memberikan saran ke Presiden Prabowo untuk kembali ke meja perundingan. “Selesaikan masalah dan konflik Papua harus melalui perundingan. Dan Presiden Indonesia Prabowo Subianto harusnya siapkan turun tim juru runding, bukan tugaskan anak ingusan itu (Gibran) kirim ke Papua,” jelasnya.
Dikabarkan sebelumnya, Presiden Prabowo menunjuk Gibran untuk menangani situasi di Papua. Perintah tersebut dengan meminta Gibran untuk segera berkantor di Papua.
Hal tersebut, pun sempat disampaikan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Hukam Imipas) Yusril Ihza Mahendra tentang Gibran yang akan berkantor di Jayapura untuk mempercepat penuntasan masalah-masalah, dan pembangunan di Papua. Akan tetapi, belakangan Yusril meralat penyampaiannya itu.
Yusril menerangkan, yang akan berkantor di Papua adalah Sekretaris Badan Percepatan dan Pembangunan Otonomi Khusus Papua. Badan bentukan mantan Presiden Jokowi itu, dibikin melalui Undang-undang (UU) 2/2021 tentang Otonomi Khusus Papua.
Dan selama ini, pelaksana badan tersebut memang berada di bawah koordinasi langsung wakil presiden. Karena badan tersebut, pun menjadikan wakil presiden sebagai ketua. Mantan Wakil Presiden Ma’ruf Amin, pun pernah memegang kendali atas badan khusus Papua itu.
Terkait dengan tugas tersebut, Wapres Gibran menyampaikan kesiapannya atas perintah Presiden Prabowo untuk menangani masalah-masalah di Papua. Pun ia siap untuk ditugaskan dan berkantor ke wilayah konflik Papua.
“Saya sebagai pembantu Presiden, siap ditugaskan ke mana pun, kapan pun, dan ini kan melanjutkan kerja keras dari Pak Wapres Ma’ruf Amin,” katanya,, Rabu (9/7).
Gibran pun meyakinkan masalah-masalah di Papua bukan hal yang baru baginya.
Sementara itu situasi keamanan di Papua masih terus meruncing. Konflik bersenjata antara pasukan keamanan Tentara Nasional Indonesia (TNI)-Polri dengan kelompok separatis bersenjata OPM semakin mendorong inflasi keamanan di sejumlah wilayah Bumi Cenderawasih.
Baru-baru ini, di Kabupaten Puncak, Papua Tengah, kontak tembak dan aksi-aksi pembakaran rumah-rumah warga, perkantoran sipil, dan fasilitas pendidikan serta kesehatan, bahkwan gereja membuat ribuan warga dari Distrik Omukia dan Kepala Air mengungsi ke Kota Ilaga. (jr)







