Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Hukum · 25 Nov 2025 12:09 WIB ·

Pajero & Fortuner Pakai BBM Solar Bersubsidi


Pajero & Fortuner Pakai BBM Solar Bersubsidi Perbesar

JAKARTA | Harian Merdeka

Wakil rakyat di parlemen mempertanyakan perihal penyalurah BBM bersubsidi yang tidak tepat sasaran. Karena, BBM bersubsidi tersebut masih dinikmati pengguna mobil keluaran baru.

Anggota Komisi XII DPR RI, Syarif fasha mengungkapkan, BBM jenis solar subsidi banyak dinikmati kendaraan Pajero hingga fortuner keluaran teranyar. Seharisnya, mobil-mobil itu mengonsumsi BBM jenis Dexlite atau Pertamina Dex.

“Terkait dengan aturan yang hanya menyebutkan jumlah CC mobil yang boleh beli Pertalite, yang boleh beli solar. Ditambahkan harusnya tahun mobil, jangan sampai ada mobil, yang saya sampaikan tadi, mobil Fortuner tahun 2025, mobil Pajero tahun 2025 tetapi dia bisa beli solar,” ungkap Pasha dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (24/11).

Ia menilai, hal ini terjadi lantaran aturan dan pengawasan yang kurang ketat, utamanya tentang QR. Pasalnya, QR ini yang sengaja ditempelkan ke kendaraan yang tidak sesuai oleh pemiliknya.

“Saat ini makin ditambah kuota, makin banyak bisnis pelangsir-pelangsir BBM yang dilakukan oleh mobil-mobil yang sudah tua, keluar, kemudian mobil-mobil truk, itu melangsir, dan dia memiliki satu mobil itu barcode, dua sampai tiga barcode dengan jenis mobil yang sama. Ini yang perlu diterbitkan terkait barcode,” ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), Wahyudi Anas, mengaku pihaknya telah menjalankan fungsi pengawasan. Hingga saat ini, BPH Migas telah memblokir 311 ribu QR code yang diduga melanggar.

“Hampir sudah 311 ribu itu QR itu diblokir. Untuk pengurusan kembali, itu verifikasinya sangat ketat. Itu dikerjakan terintegrasi antara Pertamina Patra dan BPH,” ungkap Wahyudi.

Ia mengungkap modus pelanggaran konsumen tersebut. Wahyudi mengatakan, konsumen yang membeli solar subsidi berpelat Sumatera membeli BBM di wilayah Jawa dan Kalimantan.

“QR ini rata-rata pelat Sumatera belinya di Jawa Timur, di Kalimantan, atau di Jawa Tengah dan seterusnya,” jelasnya.

Selain itu, mobil-mobil ini juga kadang menggelapkan pelat nomornya. Wahyudi menjelaskan, mobil tersebut biasa menggunakan pelat palsu saat membeli, kemudian menggantinya ketika keluar dari SPBU.

“Beberapa kondisi munculnya QR yang secara kondisi fisik kendaraannya tidak terjadi dan biasanya cetak plat nomor, dipasang kembali, masuk-keluar SPBU,” pungkasnya. (Con)

Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Gelar Operasi Patuh 2026, Korlantas Polri Tegaskan Penegakan Hukum Elektronik

4 Juni 2026 - 14:19 WIB

Modus Yayasan Afiliasi Seret Eks Kepala BGN dan Dua Wakilnya Jadi Tersangka

4 Juni 2026 - 13:28 WIB

FWK Desak Prabowo Evaluasi Total Program MBG Usai Kasus Korupsi BGN

4 Juni 2026 - 13:06 WIB

Dadan Lengser Kantor BGN Digeledah, MataHukum: Jaksa Jangan Main Mata

3 Juni 2026 - 16:32 WIB

Polda Sulbar Tahan Eks Ketua DPRD Mamuju Terkait Korupsi Nota Fiktif Rp795 Juta

3 Juni 2026 - 15:13 WIB

Kasus Umrah Hanania Group, Polda Metro Jerat Dirut Pasal Penggelapan

3 Juni 2026 - 15:09 WIB

Trending di Hukum