Menu

Mode Gelap
Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi Isra Miraj Jadi Momentum Pertobatan Ekoteologis, Menag Ajak Umat Berhenti Merusak Alam

Daerah · 3 Nov 2023 11:16 WIB ·

Para Pelaku Dibekuk Polsek Koja, Koja Trade Mall di Teror Ancaman Bom oleh Enam Pelajar via Medsos


Direktur Operasional Koja Trade Mall Yogi Suprayogi didampingi polisi saat ditemui di Koja, Jakarta. (Net) Perbesar

Direktur Operasional Koja Trade Mall Yogi Suprayogi didampingi polisi saat ditemui di Koja, Jakarta. (Net)

JAKARTA | Harian Merdeka

Koja Trade Mall Jakarta Utara mendapat teror ancaman bom lewat media sosial, yang belakangan diketahui pelakunya adalah enam orang pelajar iseng dari sebuah sekolah SMA Negeri di wilayah Cilincing. Akibat keisengannya, ke enam pelajar tersebut ditankap polisi.

Pengelola Koja Trade Mal sendiri langsung melapor ke personel Kepolisian Sektor (Polsek) Koja, Jakarta Utara usai mendapat ancaman bom yang dikirim pada kemarin pagi.

“Tadi kira-kira jam 10.15 WIB, tim saya di PR mengecek Instagram (IG) kami IG promosi mengenai gedung dan keramaian. Begitu dicek, ternyata di dalam ada informasi dari follower yang biasanya mengikuti kegiatan kami, namanya si-X lah begitu ya, di dalamnya ada capture (tangkapan layar) unggahan di X.com berupa ancaman, ‘eh nanti di sekitar ini ada bom’,” kata Direktur Operasional Koja Trade Mall Yogi Suprayogi ditemui di lokasi, kemarin.

Karena ada ancaman, Yogi mengaku lebih berhati-hati menindaklanjuti pesan yang dikirim ke media sosial perusahaan itu.
Meski itu sebuah tangkapan layar dari warganet biasa, tangkapan layar itu tetap disikapi dengan hati-hati oleh manajemen.

“Kami tidak boleh menanggapi itu, kemudian dianggap enggak ada. Kami langsung memberikan informasi ke Pak Kapolsek,” kata Yogi.

Usai menerima laporan dari masyarakat, dalam waktu singkat, Kepala Polsek Koja langsung mengirimkan timnya untuk memeriksa dan mengolah data secara menyeluruh.
“Data diolah. Kurang dari satu jam sampai setengah jam, pelakunya sudah ditangkap,” kata Yogi.

Menurut informasi terakhir, sebanyak enam pelajar dari Cilincing, sekolahnya juga sekolah negeri, mereka digelandang ke Markas Polsek Koja.

“Ini luar biasa ya kecepatannya penangkapannya. Motifnya apa, kami juga tidak tahu. Apakah dalam bentuk prank atau apa kami tidak tahu. Tapi buat kami, kan kami masyarakat apalagi pengelola kami juga was-was karena kami dalam lingkungan yang banyak orang di sini. Sehingga dengan begitu cepatnya pak Kapolsek mengambil tindakan, detik ini sudah tertangkap pelakunya dan para pengunjung tetap bisa berbelanja secara kondusif,” kata Yogi.

Saat dikonfirmasi, Kapolsek Koja Kompol Muhammad Syahroni membenarkan bahwa enam pelajar setingkat SMA dibawa ke kantor polisi untuk didalami terkait unggahan di media sosial.

“Saat ini kami masih mendalami motif dari yang bersangkutan. Terutama terhadap admin akun media sosial yaitu satu orang pelajar perempuan, yang lain laki-laki. Semuanya satu sekolah,” kata Kapolsek.(jr/you)

Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pengungkapan Korupsi Kuota Haji Harus Terbuka, Publik Soroti Peran KPK

18 Februari 2026 - 16:34 WIB

Rekonvensi Bengkel CG Dipertanyakan, Suda’ali Waruwu: Ada Kejanggalan

18 Februari 2026 - 15:56 WIB

Lapas Gunungsitoli Hadir untuk Masyarakat Lewat Program Bantuan Sosial

18 Februari 2026 - 15:29 WIB

Pengamat UNS Desak KPK Tuntas Usut Dugaan Korupsi Kuota Haji

18 Februari 2026 - 13:47 WIB

Kepulan Debu Putih Selimuti Ciater, Warga Duga Kebocoran PT Adhimix

18 Februari 2026 - 13:43 WIB

Survei Indikator Politik: Kepuasan Publik terhadap Dedi Mulyadi Tembus 95,5 Persen

18 Februari 2026 - 13:38 WIB

Trending di Daerah