Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Politik · 28 Okt 2025 13:28 WIB ·

Parpol Perlu Menghadirkan Negarawan Bukan Sekedar Politisi


Parpol Perlu Menghadirkan Negarawan Bukan Sekedar Politisi Perbesar

JAKARTA | Harian Merdeka

Untuk menyongsong Indonesia Emas 2045, partai politik (parpol) perlu menghadirkan pemimpin yang negarawan bukan sekadar politisi.

Menurut Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid, partai politik dapat menjadi pintu besar yang melahirkan kembali pemimpin negara yang berjiwa negarawan agar cita-cita proklamasi dan reformasi dapat diwujudkan.

“Masalahnya, sering kali partai politik melupakan sejarah keberhasilan menghadirkan negarawan, dan legalitas yang diberikan oleh konstitusi bahwa partai politik bisa menghadirkan kepemimpinan negarawan,” ujar Hidayat dalam keterangannya di Jakarta kemarin.

Ia mengingatkan bahwa sejarah membuktikan partai-partai politik terdahulu mampu melahirkan politisi yang sekaligus negarawan.

Misalnya, kata dia, seperti HOS Tjokroaminoto, Kasman Singodimedjo, Syafruddin Prawiranegara, Mohammad Natsir, bahkan Soekarno dan Mohammad Hatta.

Oleh sebab itu, dia menyinggung dan mengkritik dikotomi negarawan dan politisi yang disampaikan oleh mantan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudi Latif.

“Seolah-olah politisi atau politikus bukan negarawan dan sebaliknya, sehingga dimaknai bahwa partai politik tidak menghasilkan negarawan, melainkan hanya politisi atau politikus saja,” katanya.

Ia mengatakan politisi yang negarawan atau sebaliknya memungkinkan pada saat ini, sehingga masyarakat dan terutama partai politik tidak perlu terjebak pada dikotomi tersebut.

“Seolah-olah kalau partai politik hanya menghasilkan politisi atau politikus dan bukan negarawan, atau para tokoh agar bisa disebut sebagai negarawan harusnya keluar dari partai politik atau tidak berasal dari partai politik,” ujarnya.(JR)

Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Gema Bangsa Minta Dedi Mulyadi Buat Kebijakan Khusus Lahan Terbengkalai

25 Juni 2026 - 14:50 WIB

Dugaan Pertemuan Berbayar BEM Mencuat, Matahukum Desak Wapres Gibran Buka Suara

24 Juni 2026 - 14:16 WIB

Isu Awasi Gibran Mencuat, Gerindra: Gosip Tak Benar dan Adu Domba

24 Juni 2026 - 10:36 WIB

Megawati Soekarnoputri Gelar Silaturahmi Kebangsaan Bersama Tokoh Gerakan Nurani Bangsa, Sinta Nuriyah hingga Romo Magnis Hadir

24 Juni 2026 - 10:20 WIB

Sekjen Golkar Bantah Deddy Sitorus: Koalisi Pemerintah Solid, Tak Ada Keretakan

23 Juni 2026 - 13:52 WIB

Arif Rahman Kawal Program BSPS: Rumah Layak Hak Setiap Warga Pandeglang-Lebak

23 Juni 2026 - 09:46 WIB

Trending di Politik