Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Kesehatan · 16 Nov 2025 09:38 WIB ·

Pelayanan RS Sari Asih Dinilai “Jeblok” Anak Penderita Campak Terpaksa Dibawa Pulang


Pelayanan RS Sari Asih Dinilai “Jeblok” Anak Penderita Campak Terpaksa Dibawa Pulang Perbesar

TANGERANG | Harian Merdeka

Pelayanan Rumah Sakit (RS) Sari Asih Cipondoh, Kota Tangerang, dikeluhkan salah satu keluarga pasien setelah seorang anak penderita campak terpaksa dibawa pulang lantaran tidak mendapatkan kamar perawatan.

Heri, warga RT 01 RW 09 Cipondoh Makmur, Kecamatan Cipondoh, yang merupakan ayah dari pasien bernama Arkana Rizki, menyampaikan keluhannya kepada keluarga. Ia bercerita, pada Kamis (14/11/2025) sekitar pukul 16.00 WIB, dirinya membawa sang anak yang tengah demam ke RS Sari Asih Cipondoh. Setibanya di poli anak, petugas medis memeriksa kondisi Arkana dan menyatakan bahwa ia mengalami campak.

Namun, menurut Heri, pihak rumah sakit menyampaikan bahwa dokter spesialis telah pulang dan kamar rawat inap khusus campak dalam keadaan penuh. Pihak rumah sakit hanya menyarankan agar mereka menunggu hingga pukul 21.00 WIB untuk kemungkinan ketersediaan kamar, meski hal itu pun belum pasti.

“Dikarenakan dokternya sudah pulang dan tidak kebagian kamar rawat inap khusus campak, kamarnya penuh katanya. Kami disarankan menunggu sampai jam 9 malam. Itu pun belum pasti ada kamar,” ujar Heri kepada keluarganya.

Wilki, paman pasien yang akrab disapa Qinoy, turut mengisahkan kembali kejadian tersebut. Karena kondisi pasien yang semakin lemah dan informasi yang dianggap membingungkan, keluarga akhirnya memutuskan untuk membawa pulang Arkana. Pihak rumah sakit hanya memberikan obat dan menyarankan agar pasien langsung dibawa ke IGD jika kondisi memburuk.

“Karena merasa ragu dengan informasi yang diberikan pihak RS, akhirnya pasien dibawa pulang. Sementara untuk berjaga-jaga, pasien diberi obat dan diberitahu kalau keadaan gawat darurat bisa langsung ke IGD,” tutur Qinoy, Jumat (14/11/2025) malam.

Menurutnya, situasi ini membuat sang ayah terpukul, terlebih ibu Arkana telah meninggal dunia saat sang anak masih berusia 40 hari, juga di RS Sari Asih. Hal tersebut membuat ayah pasien kembali teringat musibah terdahulu.

“Sekarang anaknya dirawat seadanya di rumah,” tambahnya.

Qinoy menyayangkan pelayanan yang ia nilai kurang optimal, terlebih pasien merupakan warga Cipondoh Makmur yang berada tidak jauh dari rumah sakit tersebut.

“Yang saya kecewa itu, ponakan saya ini warga Cipondoh Makmur. Harapannya kan kalau rumah sakit dekat, pelayanannya juga optimal. Saya mau sampaikan ini ke para tokoh lingkungan supaya jadi masukan, bukan dianggap nyinyir,” ujarnya.

Ia juga berharap RS Sari Asih Cipondoh dapat meningkatkan pelayanan serta melengkapi fasilitas untuk memenuhi kebutuhan medis masyarakat sekitar.

“Katanya punya keluarga mantan orang nomor satu di kota, masa sih masih ada jawaban dokter sudah pulang dan kamar tidak tersedia. Apa karena pasien pakai BPJS?” pungkasnya.

Sementara pihak RS.Sari Asih Cipondoh belum dapat dimintai keterangannya.(cenk)

Artikel ini telah dibaca 12 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

PJR Polda Banten Gerak Cepat Evakuasi Balita Kritis ke RS

12 April 2026 - 21:32 WIB

Sinergi Medis: Residen Senior PPDS FK USU Resmi Bertugas di RSUD dr. M. Thomsen Nias

4 Maret 2026 - 14:35 WIB

Kabar Gembira bagi Tenaga Medis: RSUD dr. M. Thomsen Nias Siap Realisasikan Tunjangan Khusus Dokter Spesialis

4 Maret 2026 - 13:05 WIB

Penerus Banten Apresiasi Langkah Pemprov Benahi Layanan RSUD

23 Februari 2026 - 15:25 WIB

Jelang Ramadan, Sekda Cek Infrastruktur dan Layanan RSUD Banten

19 Februari 2026 - 15:15 WIB

Perlindungan Kesehatan 152 Juta Warga Dijamin, Muhaimin Tekankan Validitas Data

18 Februari 2026 - 13:18 WIB

Trending di Kesehatan