Menu

Mode Gelap
Kalangan Industri Keberatan Penerapan KTR di Jakarta Bapanas: Beras Alami Deflasi ASDP Percepat Pengerahan KMP Jatra 1 PSI Buka Rekrutmen Terbuka bagi Tokoh dan Anak Muda yang Berminat Terjun ke Politik Pemerintah Aceh Ajukan Permohonan Bantuan ke UNDP dan UNICEF untuk Penanganan Pascabencana

Kesehatan · 5 Nov 2025 11:26 WIB ·

Pemkot Tangsel Ajak Orang Tua Imunisasi Anak Lengkap untuk Cegah Penularan Campak Rubella


Pemkot Tangsel Ajak Orang Tua Imunisasi Anak Lengkap untuk Cegah Penularan Campak Rubella Perbesar

TANGSEL | Harian Merdeka

Guna mengurangi resiko terjangkit Campak Rubella (Measles Rubella). Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) saat ini tengah gencar mendorong para orang tua untuk melakukan imunisasi lengkap untuk anak-anaknya difasilitasi kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangsel dr. Allin Hendallin Mahdaniar mengatakan, hingga 31 Oktober 2025 ada 538 kasus suspek Campak Rubela dengan 66 kasus positif campak dan 9 kasus positif rubella.

“Sebagian besar kasus terjadi pada anak usia 1–4 tahun yang memiliki status imunisasi tidak lengkap atau belum mendapatkan imunisasi sama sekali,” kata Allin dalam keterangannya, pada Selasa (04/11/2025).

Allin menjelaskan, campak merupakan penyakit sangat menular yang disebabkan oleh virus RNA dari genus Morbillivirus.

Menurut Allin penyakit campak Penyakit dapat menyerang hampir 100 persen anak yang belum memiliki kekebalan, karena manusia adalah satu-satunya reservoir alami virus campak.

“Penularan dapat terjadi dengan cepat di lingkungan yang tidak terlindungi oleh imunisasi,” ucap Allin.

Allin menyampaikan, ada sejumlah gejala awal campak yang perlu dikenali dan diwaspadai oleh masyarakat. Di antaranya:

  1. Demam tinggi (biasanya >38°C) selama lebih dari 3 hari,
  2. Disertai batuk, pilek, mata merah atau berair,
  3. Muncul ruam kemerahan (rash) yang dimulai dari belakang telinga dan menyebar ke seluruh tubuh,
  4. Ditemukan Koplik’s spot — bercak putih keabuan dengan dasar merah di mukosa pipi bagian dalam.

“Apabila gejala tersebut muncul, segera bawa pasien ke fasilitas pelayanan kesehatan untuk pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut,” tuturnya.

Lebih jauh Allin menerangkan, sebagian besar penderita campak dapat sembuh tanpa pengobatan khusus. Tetapi, anak di bawah 5 tahun, orang dewasa di atas 20 tahun, serta penderita malnutrisi, kekurangan vitamin A, atau gangguan kekebalan tubuh (misalnya HIV) berisiko tinggi mengalami komplikasi berat.

Komplikasi berat yang dialami seperti diare berat, Pneumonia dan bronkopneumonia, Otitis media (infeksi telinga), Malnutrisi dan kebutaan, Ensefalitis, Subacute Sclerosing Panencephalitis (SSPE) dan Ulkus pada mukosa mulut.

“Kematian akibat campak umumnya disebabkan oleh komplikasi tersebut, terutama jika penanganan medis terlambat dilakukan. Campak dapat dicegah dengan imunisasi. Vaksin campak, termasuk vaksin MR (Measles Rubella), terbukti efektif dalam memberikan perlindungan,” pungkasnya.

Maka itu, Pemkot Tangsel mengimbau seluruh masyarakat untuk segera melengkapi imunisasi anak-anak, terutama imunisasi dasar lengkap, memeriksakan status imunisasi di fasilitas kesehatan terdekat, tidak menunda imunisasi meski anak dalam kondisi sehat.

Langkah Pemerintah Kota Tangerang Selatan

Sebagai bentuk kesiapsiagaan dan respons cepat, Pemkot Tangsel telah melakukan berbagai langkah, antara lain:

  1. Sosialisasi dan edukasi kepada tenaga kesehatan dan Masyarakat;
  2. Peningkatan Cakupan Imunisasi;
  3. Penguatan sistem surveilans, investigasi kasus, dan pelacakan kontak;
  4. Penyediaan fasilitas kesehatan dan rumah sakit yang siap menangani pasien campak sesuai pedoman Kementerian Kesehatan;
  5. Survei Cepat Komunitas (SCK) untuk memastikan status imunisasi anak;

Allin mengajak, seluruh warga Tangsel untuk Menjaga Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), segera melaporkan apabila menemukan kasus serupa campak di lingkungan sekitar, membawa anak ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala campak, serta melengkapi imunisasi anak sesuai jadwal anjuran pemerintah.

Diagnosis pasti campak dilakukan melalui pemeriksaan darah di laboratorium rujukan nasional. Penanganan bersifat simtomatik dan suportif, serta dapat dilakukan isolasi (mandiri atau di rumah sakit) untuk mencegah penularan lebih lanjut.

“Pencegahan lebih baik daripada pengobatan. Imunisasi adalah langkah nyata dan efektif untuk melindungi anak-anak kita dari bahaya campak dan komplikasinya. Mari bersama-sama wujudkan Tangsel sehat, bebas campak dan rubella, melalui kepedulian dan kesadaran akan pentingnya imunisasi,” pungkasnya.(Agus Irawan).

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Dugaan Keracunan Pengungsi di Agam, Komisi IX DPR Dorong Kemenkes Turun Tangan

15 Desember 2025 - 11:35 WIB

PLN Pasok Listrik 3 RS Terdampak Banjir

12 Desember 2025 - 14:49 WIB

63 Fasilitas Kesehatan di Sumut Lumpuh Diterjang Banjir

8 Desember 2025 - 11:21 WIB

1.136 Ton Material Terkontaminasi Cesium di Cikande

5 Desember 2025 - 11:58 WIB

Resmikan Program Ngider Sehat, Wali Kota Tangsel Benyamin : Layanan Kesehatan Harus Menjangkau ke Masyarakat

28 November 2025 - 12:39 WIB

Percepat Turunkan Angka Stunting, Pemkot Tangsel dan Basznas Salurkan Bantuan Paket Sembako 280 Keluarga di Ciputat

26 November 2025 - 12:02 WIB

Trending di Kesehatan