Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Politik · 2 Feb 2026 15:04 WIB ·

Pengamat Kritik Peran Menhan dalam Pergantian Direksi Himbara


Pengamat Kritik Peran Menhan dalam Pergantian Direksi Himbara Perbesar

JAKARTA | Harian Merdeka

Pengamat kebijakan publik dari Universitas Trisakti, Trubus Rahardiansyah, menilai pernyataan Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin soal rencana Presiden Prabowo Subianto mengganti jajaran direksi Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) sebagai langkah di luar kewenangannya.

Menurut Trubus, pernyataan tersebut tidak sesuai dengan tugas pokok dan fungsi Menhan. Ia menegaskan, penyampaian kebijakan strategis presiden seharusnya disampaikan oleh pejabat yang memiliki kewenangan langsung, seperti Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) atau Sekretaris Kabinet (Seskab).

“Tupoksinya kan beda, itu kan di luar kewenangannya. Yang mempunyai kewenangan memberikan penjelasan itu kan Sesneg sama Seskab,” ujar Trubus saat dihubungi, Minggu (1/2/2026).

Trubus menilai pernyataan Menhan tersebut justru berpotensi menimbulkan tafsir keliru di tengah masyarakat dan dinilai dapat membingungkan publik, terlebih karena pernyataan itu juga dibantah oleh CEO Danantara Rosan Roeslani.

“Ini membingungkan publik, apalagi sudah dibantah oleh Rosan. Jadinya menimbulkan kegaduhan di publik,” ucapnya.

Lebih lanjut, Trubus menilai pernyataan Menhan dapat menimbulkan kesan adanya tumpang tindih kebijakan antar kementerian dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Sebelumnya CEO Danantara Rosan Roeslani membantah rencana untuk merombak jajaran direksi bank Himbara. Diketahui, Danantara adalah pemegang saham terbesar sekaligus pengelola operasional BUMN.

Diketahui Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin mengungkapkan rencana Presiden Prabowo Subianto untuk mengganti jajaran direksi Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) yang merugikan negara.

Hal ini diungkapkan Menhan Sjafrie Sjamsoeddin saat memberikan materi dalam Retret PWI di Pusat Kompetensi Bela Negara BPSDM Kemenhan, Desa Cibodas, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (31/1/2026).

Sjafrie mengungkapkan bahwa ada praktik ketimpangan dalam penyaluran kredit, di mana bank pelat merah lebih memprioritaskan pengusaha besar dibandingkan pengusaha kecil.

“Bank Himbara itu lebih menertibkan pengusaha besar untuk dikasih kredit daripada pengusaha kecil. Oleh karena itu, Presiden akan memutuskan ganti semua direksi Bank Himbara. Sudah ada tata kelola baru untuk menertibkan BUMN,” katanya. (Egi)

Artikel ini telah dibaca 21 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Honeymoon Selesai, Begini Rapor 1,5 Tahun Prabowo-Gibran Versi Survei IndexPolitica

21 April 2026 - 20:16 WIB

Pesawaran Bersinar di Rakorwil PSI Lampung: Diganjar Hadiah Khusus dari Ketum Kaesang

21 April 2026 - 12:16 WIB

Direktur P3S : Cari Aman dalam TPPU, Ahmad Ali Hijrah ke PSI

21 April 2026 - 12:08 WIB

Godok Revisi UU Advokat, Kongres Advokat Indonesia : Tidak Ada Lagi Wadah Tunggal

21 April 2026 - 11:49 WIB

Dari Magelang, Ketua DPRD Kota Gunungsitoli Serap Strategi Bangun Daerah

20 April 2026 - 12:53 WIB

IKA PMII Pakuan: Penataan Wali Kota Bogor Jangan Cekik Ekonomi Rakyat

17 April 2026 - 12:12 WIB

Trending di Politik