Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Nasional · 25 Feb 2026 14:56 WIB ·

Pengamat UT Soroti Dampak Ekologis Proyek Ormat Geothermal di Halmahera


Pengamat UT Soroti Dampak Ekologis Proyek Ormat Geothermal di Halmahera Perbesar

JAKARTA | Harian Merdeka

Pengamat politik Universitas Terbuka (UT) Insan Praditya Anugrah menilai eksploitasi panas bumi oleh Ormat Geothermal Indonesia berpotensi merusak keanekaragaman hayati lebih jauh, melakukan deforestasi lebih jauh, serta merusak komunitas lokal yang sudah ada di Halmahera.

“Eksploitasi-eksploitasi alam semacam ini kerap mengatasnamakan program Net Zero Emission (NZE) yang ditargetkan tercapai pada 2060 namun justru ditempuh dengan eksploitasi lingkungan,penggundulan hutan dan pengabaian hak masyarakat lokal,” kata Insan kepada Harian Merdeka, Rabu (25/2/2026).

Menurutnya hal semacam ini harus segera dihentikan apabila kita tidak ingin ada bencana alam seperti banjir besar Sumatera terulang kembali di daerah lain.

“Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, tampaknya tidak memahami dampak jangka panjang, karena tampak orientasinya hanya keuntungan finansial semata dan tidak memperhatikan dampak ekologis yang sebetulnya merupakan dampak jangka panjang kerusakan alam,” ujar Insan.

Insan menegaskan, bahwa keuntungan-keuntungan finansial yang diharapkan dapat memakmurkan manusia tidak ada gunanya lagi apabila alam rusak dan bencana terjadi di mana-mana.

Selain itu, kepemilikan saham Indonesia PT.Wahana Harapan Cipta yang hanya menguasai 5 persen dan modal asing ORDA Services Inc yang mencapai 95 persen. Artinya, Ormat Geothermal tersebut hanya menjadikan Indonesia rusak secara alam, namun sebagian besar keuntungannya dinikmati oleh negara-negara lain, termasuk Israel.

Hal terakhir yang perlu diperhatikan adalah komitmen Indonesia sebagai negara yang anti-praktik kolonialisme. Komitmen Indonesia harus tetap dijaga, karena dengan kerjasama dengan PT Ormat Geothermal, berarti Indonesia sudah turut menyumbang capital inflow kepada sirkulasi modal negara kolonial yang melakukan kekejaman kepada orang-orang Palestina.

” Tentunya kita tidak ingin Indonesia mengkhianat visi anti-kolonialisme yang tertera pada pembukaan UUD 1945 dengan pembukaan industri panas bumi oleh PT Ormat Geothermal Indonesia yang terafiliasi Israel ini,” bebernya.(Agus).

Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Biaya Haji 2027 Berpotensi Naik, Kemenhaj Janji Tak Memberatkan Jemaah

6 Juli 2026 - 14:39 WIB

Bukan ke Pemberi, DPR: Pengembalian Uang oleh Menteri Kehutanan Salah Kaprah

6 Juli 2026 - 11:22 WIB

Dari Banten Menuju Dunia, Irjen Pol M. Sabilul Alif Dorong Penguatan Kapasitas Imam Menuju IGIC 2026

6 Juli 2026 - 11:20 WIB

Pimpin Sertijab, Kapolda Sulbar: Jabatan Adalah Amanah, Pengabdian Adalah Warisan

3 Juli 2026 - 14:19 WIB

Menteri ATR/BPN Ajak Mahasiswa Perkuat Nasionalisme untuk Hadapi Tantangan Global

3 Juli 2026 - 14:16 WIB

Polda Banten Sambut Tanda Kehormatan Nugraha Sakanti, Wujud Kepercayaan Negara atas Kinerja Polri

3 Juli 2026 - 11:46 WIB

Trending di Nasional