JAKARTA | Harian Merdeka
Tak ada angin dan hujan, pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP di Bali dibawah kepemimpinan Idy Muzayyad dan Plt Sekretaris M Thobahul Aftonim diklaim dipecat Plt Ketum DPP PPP, Mardiono, secara sepihak.
Usai pemecatan, Idy dan Thobahul mendatangi Kantor DPP PPP di Jalan Diponegoro, Jakarta, untuk menyampaikan surat keberatan atas pemecatan yang dilakukan Mardiono, Kamis (10/7).
Ia menilai pemecatan itu dilakukan sewenang-wenang. Hal itu, diketahui usai melihat di media sosial atas perintah oknum pengurus DPP disebarkan Surat Keputusan DPP PPP Nomor: 1053/SK/DPP/W/VII/2024 tertanggal 8 Juli 2024 tentang pergantian kepengurusan DPW Bali.
Idy mengklaim saat Pemilu 2024, PPP memperoleh kenaikan kursi 100 persen di DPRD kabupaten. Selama ini, ia mengaku belum menerima pemanggilan, surat peringatan, ataupun surat pemberitahuan resmi perihal pergantian Plt. DPW PPP Bali.
Artinya, keputusan tersebut cacat hukum dan dilakukan tanpa melalui mekanisme organisasi yang benar menurut AD/ART PPP yang berlaku dan mengabaikan etika organisasi bernafas Islam.
“PPP ini kan partai Islam tertua. Harusnya tabayun dahulu. Ini kan tidak, main pecat-pecat saja. Organisasi kelas kampung saja ada aturan mainnya,” ungkapnya.
“Seluruh Plt DPW PPP Bali itu ada lima orang, karena di Plt iya semuanya (dipecat),” tambahnya.
Kemudian, Idy tak bisa berkomentar soal dugaan pemecatan karena tak mendukung Mardiono menjadi Ketua Umum di periode selanjutnya. “Kan maju aja belum tentu (Mardiono). (Apa mendukung) iya belum tahu, kan belum maju kok,” ujarnya sambil tertawa.
Pihaknya, saat ini masih menunggu respons DPP PPP termasuk bukti secara fisik surat pemecatan pengurus PPP di Bali.
Sementara itu, juru bicara Mardiono, Imam Priyono meluruskan bahwa penugasan sebagai Plt DPW Bali merupakan penugasan dari DPP. Sehingga, memiliki ruang untuk melakukan optimalisasi dari waktu ke waktu.
Ia juga mengklaim bahwa pergantian pengurus Idy dkk dilakukan atas aspirasi DPC PPP di Bali. “Pergantian dilakukan atas aspirasi dan dari DPC di Bali,” tutur Imam dikutip cnnindonesia com. (jr)







