JAKARTA | Harian Merdeka
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) meluncurkan program Indonesia Muda Bicara melalui Bidang Pemuda, Pelajar, dan Mahasiswa sebagai wadah bagi anak muda untuk berbicara dan berekspresi.
Sekretaris Jenderal PKS Muhammad Kholid menilai program tersebut menjadi ruang yang tepat bagi generasi muda untuk menyampaikan gagasan secara terstruktur dan kontekstual. “Ini adalah sebuah forum yang baik untuk menyelesaikan pandangan-pandangan kita, pikiran-pikiran kita, secara sistematis, jenius, dan berbicara dalam konteks,” ujar Kholid saat peluncuran Indonesia Muda Bicara di Kantor DPTP PKS, Rabu, seperti dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (22/1/2026).
Kholid menjelaskan, gagasan program tersebut berangkat dari keberanian anak muda menyuarakan pendapat, seperti yang terlihat dalam demonstrasi pada Agustus 2025. Menurutnya, saat itu anak muda memanfaatkan media sosial sebagai kanal utama untuk menggerakkan massa.
Ia menegaskan, keberanian anak muda untuk berbicara dan mengekspresikan pandangan menjadi indikator hidupnya demokrasi di Indonesia. “Selama anak-anak muda itu tidak tertahan, tidak mengalami ketakutan dalam berbicara, maka demokrasi di Indonesia akan tetap hidup,” katanya.
Karena itu, PKS berupaya menyediakan ruang bagi anak muda untuk berbicara, berekspresi, dan berdiskusi guna menyalurkan pandangan secara konstruktif. “PKS ingin menjadi teman untuk berbicara, teman untuk menyampaikan pandangan,” ujar Kholid.
Ia berharap Indonesia Muda Bicara tidak berhenti sebagai program semata, tetapi berkembang menjadi gerakan yang mengakar di kalangan anak muda. ( hab/rhm)






