Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Kriminal · 2 Sep 2025 11:10 WIB ·

Polda Metro Amankan 1240 Orang


Polda Metro Amankan 1240 Orang Perbesar

JAKARTA | Harian Merdeka

Polda Metro Jaya mengamankan 1.240 orang terkait kericuhan yang terjadi di Jakarta. Mereka diamankan pada periode 25-31 Agustus 2025. Mayoritas mereka berasal dari luar Jakarta, seperti Jawa Barat dan Banten.

Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Masyarakat (Humas) Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi mengatakan, sebanyak 629 orang dari total yang diamankan masih berusia anak-anak. Sementara 611 orang lainnya berusia dewasa.

“Jumlah itu diperoleh dari tiga pelaksanaan pengamanan, yaitu 357 orang pada 25 Agustus, 814 orang pada 28–29 Agustus, serta 69 orang pada 31 Agustus,” ujarnya melalui keterangan, dikutip, Senin (1/9).

Ia menyebutkan, sebanyak 1.113 orang dari total yang ditangkap telah dipulangkan ke rumahnya masing-masing. Sementara itu, sisanya masih menjalani proses hukum.

Lebih lanjut, Ade menuturkan, berdasarkan hasil pemeriksaan, terdapat 22 orang yang positif narkoba. Rinciannya yaitu 14 positif mengonsumsi sabu, tiga orang ganja, dan lima orang benzoat.

Polisi juga telah menerima sembilan laporan pidana dan telah menetapkan 10 orang sebagai tersangka. “Sembilan orang sudah ditahan, sementara satu orang masih dalam pencarian,” ujar dia.

Diketahui, kerusuhan yang terjadi di Jakarta beberapa hari belakangan berdampak kepada kerusakan fasilitas umum, mulai dari halte Transjakarta, pagar pembatas jalan, hingga kendaraan dinas Polri yang dirusak dan dibakar. Tak hanya itu, belasan aparat kepolisian mengalami luka-luka akibat lemparan batu hingga bom molotov.

Ade menilai, kericuhan bermula dari aksi damai mahasiswa, pelajar, dan sejumlah elemen masyarakat yang menyuarakan aspirasi terkait isu nasional. Namun, situasi berubah setelah disusupi provokator.

“Mereka tidak menyampaikan pendapat, tapi melakukan tindakan anarki. Bahkan ada indikasi pelajar dan anak-anak ikut dimobilisasi. Ini menjadi perhatian serius kami,” kata dia.

Menurut dia, Polda Metro Jaya telah mengeluarkan imbauan tegas kepada masyarakat. Masyarakat dinilai tetap menyampaikan aspirasi dengan damai, tanpa mengganggu ketertiban dan merusak fasilitas umum. “Jangan terprovokasi, jauhi narkoba, dan hormati aturan hukum yang berlaku,” ujar Ade.

Ia juga menekankan pentingnya peran orang tua. Diharapkan, orang tua dapat lebih mengawasi anak-anaknya agar tidak sampai terjerumus dalam aksi anarki ataupun penyalahgunaan narkoba. (jr)

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Menteri Hukum RI Bertemu Firman Jaya Daeli, Bahas Penguatan Negara Hukum Indonesia

28 April 2026 - 16:50 WIB

Polres Tangerang Selatan Bentuk Satgas, 10 Pelaku Curanmor Berhasil Diamankan

22 April 2026 - 08:43 WIB

Honeymoon Selesai, Begini Rapor 1,5 Tahun Prabowo-Gibran Versi Survei IndexPolitica

21 April 2026 - 20:16 WIB

Pesawaran Bersinar di Rakorwil PSI Lampung: Diganjar Hadiah Khusus dari Ketum Kaesang

21 April 2026 - 12:16 WIB

Direktur P3S : Cari Aman dalam TPPU, Ahmad Ali Hijrah ke PSI

21 April 2026 - 12:08 WIB

Godok Revisi UU Advokat, Kongres Advokat Indonesia : Tidak Ada Lagi Wadah Tunggal

21 April 2026 - 11:49 WIB

Trending di Politik