Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Politik · 25 Feb 2026 15:48 WIB ·

Polemik Pikap India, Gema Kosgoro Nilai Dalih “Terlanjur” Tak Masuk Akal


Polemik Pikap India, Gema Kosgoro Nilai Dalih “Terlanjur” Tak Masuk Akal Perbesar

JAKARTA | Harian Merdeka

Masuknya 1.000 unit mobil pickup asal India ke pelabuhan Indonesia di tengah instruksi penundaan oleh DPR RI memicu gelombang protes keras. Dewan Pimpinan Nasional Gerakan Mahasiswa (DPN Gema Kosgoro) mengecam keras langkah PT Agrinas Pangan Nusantara yang dianggap telah melakukan pembangkangan terhadap semangat kemandirian industri nasional.

Ketua Bidang Kaderisasi DPN Gema Kosgoro, Agus Syarifudin, dengan lantang menyebut masuknya ribuan unit kendaraan impor tersebut sebagai bentuk “sabotase” terhadap visi hilirisasi dan swasembada yang sedang dibangun pemerintah.

Modus ‘Barang Sampai Duluan’ adalah Penghinaan
Agus menilai dalih “sudah terlanjur tiba” yang digunakan untuk melegalkan distribusi pikap tersebut adalah logika cacat yang merendahkan kedaulatan hukum Indonesia.

“Ini bukan sekadar urusan logistik, ini penghinaan terhadap akal sehat rakyat! Bagaimana mungkin barang impor dalam jumlah masif bisa sandar di pelabuhan saat instruksi penundaan sudah keluar? Ini adalah strategi fait accompli untuk menodong Presiden agar memberi restu karena barang sudah ada di depan mata. GEMA Kosgoro mengharamkan dalih ‘terlanjur’ tersebut!” tegas Agus Syarifudin dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (25/2).

Tuntut Pencopotan Dirut Agrinas
Lebih jauh, GEMA Kosgoro menyoroti tanggung jawab kepemimpinan di tubuh PT Agrinas Pangan Nusantara. Menurut Agus, ketidakmampuan manajemen untuk menyelaraskan kebijakan perusahaan dengan kepentingan industri dalam negeri adalah bukti kegagalan fatal.

“Kami mendesak agar Direktur Utama Agrinas segera dicopot! Pemimpin yang lebih memilih memberi ‘makan’ buruh di India daripada menghidupkan pabrik-pabrik otomotif di Karawang atau Bekasi tidak layak memegang posisi strategis. Ini adalah bentuk pengkhianatan terhadap buruh-buruh kita yang sedang dibayangi ancaman PHK,” lanjutnya dengan nada tinggi.

Poin Tuntutan DPN Gema Kosgoro:
Pecat Dirut Agrinas: Meminta evaluasi total dan pencopotan pucuk pimpinan Agrinas yang bertanggung jawab atas skandal impor ini.

Batalkan Kontrak 105.000 Unit: Gema Kosgoro menolak keras rencana total impor 105.000 unit dan menuntut pengalihan anggaran ke produsen otomotif lokal.

Audit Investigatif: Mendorong aparat penegak hukum untuk mengusut adanya dugaan fee atau komisi impor di balik pemaksaan kebijakan ini.

Ancam Aksi Turun ke Jalan
Sebagai organisasi kader yang mengusung semangat pengabdian, Gema Kosgoro tidak akan tinggal diam melihat kedaulatan industri otomotif lokal diinjak-injak oleh kepentingan importir.

“Jangan main-main dengan kemarahan rakyat. Kami sedang melakukan konsolidasi nasional. Jika dalam waktu dekat tidak ada tindakan tegas dari pemerintah untuk membatalkan distribusi pikap India ini dan mencopot Dirut Agrinas, maka Gema Kosgoro akan turun ke jalan dengan massa besar.!” Tegas Agus.

Sebelumnya, polemik ini mencuat setelah PT Agrinas Pangan Nusantara mendatangkan pikap merk Mahindra dan Tata dari India untuk program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. (Egi)

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Honeymoon Selesai, Begini Rapor 1,5 Tahun Prabowo-Gibran Versi Survei IndexPolitica

21 April 2026 - 20:16 WIB

Pesawaran Bersinar di Rakorwil PSI Lampung: Diganjar Hadiah Khusus dari Ketum Kaesang

21 April 2026 - 12:16 WIB

Direktur P3S : Cari Aman dalam TPPU, Ahmad Ali Hijrah ke PSI

21 April 2026 - 12:08 WIB

Godok Revisi UU Advokat, Kongres Advokat Indonesia : Tidak Ada Lagi Wadah Tunggal

21 April 2026 - 11:49 WIB

Dari Magelang, Ketua DPRD Kota Gunungsitoli Serap Strategi Bangun Daerah

20 April 2026 - 12:53 WIB

IKA PMII Pakuan: Penataan Wali Kota Bogor Jangan Cekik Ekonomi Rakyat

17 April 2026 - 12:12 WIB

Trending di Politik