Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Internasional · 28 Okt 2025 13:41 WIB ·

Prabowo Sarankan ASEAN Kirim Tim Pengamat Pemilu di Myanmar


Prabowo Sarankan ASEAN Kirim Tim Pengamat Pemilu di Myanmar Perbesar

JAKARTA | Harian Merdeka

Guna memastikan transparansi dan akuntabilitas menjelang pemilihan umum (pemilu) di Myanmar, Presiden RI Prabowo Subianto menyarankan agar ASEAN dapat mengirimkan tim pengamat.

Dalam pernyataannya saat menghadiri sesi retret KTT Ke-47 ASEAN di Kuala Lumpur, Malaysia, Presiden Prabowo mencermati perkembangan terkini berbagai situasi di kawasan ASEAN, termasuk rencana penyelenggaraan pemilu di Myanmar pada Desember mendatang.

“Krisis di sekitar kita terus menguji tekad kita, di kawasan kita, dan di antara sahabat-sahabat kita. Situasi di Myanmar masih menjadi keprihatinan yang mendalam. Kami mencermati perkembangan terkini, termasuk rencana penyelenggaraan pemilu pada Desember 2025,” kata Presiden Prabowo dalam keterangan diterima di Jakarta, kemarin.

Dalam proses politik tersebut, Presiden mendorong ASEAN untuk memastikan prinsip-prinsip demokrasi dan transparansi dijunjung tinggi di Myanmar.

Kepala Negara pun menyarankan agar ASEAN mempertimbangkan pengiriman tim pengamat untuk membantu menjamin akuntabilitas dalam pelaksanaan pemilu mendatang.

“Utusan Khusus Ketua ASEAN dapat terus melibatkan semua pemangku kepentingan terkait, dan pada waktu yang tepat, ASEAN dapat mempertimbangkan untuk mengirimkan tim pengamat guna membantu memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam proses demokrasi,” kata Presiden.

Pada kesempatan tersebut, Presiden Prabowo menyoroti implementasi konsensus lima poin yang terbatas meski telah disepakati hampir lima tahun lalu.

Menjelang pemilu di Myanmar, Presiden menekankan pentingnya agar konsensus lima poin tetap menjadi acuan utama dalam upaya perdamaian dan stabilitas di Myanmar.

“Kita harus terus menyerukan gencatan senjata untuk menciptakan ruang yang diperlukan bagi dialog yang bermakna. Indonesia siap mendukung Ketua ASEAN dalam melibatkan semua pihak menuju proses yang benar-benar inklusif,” kata Presiden.

Selain isu Myanmar, Prabowo juga menyampaikan keprihatinan atas meningkatnya ketegangan antara Thailand dan Kamboja.

Menurut Presiden, perbedaan yang tidak segera diredakan dapat mengganggu dan berisiko terhadap perdamaian di kawasan ASEAN.

“Saya mengapresiasi kepemimpinan Perdana Menteri Anwar dalam memfasilitasi dialog dan gencatan senjata. Kami mendesak kedua belah pihak untuk menyelesaikan perbedaan mereka dengan semangat ASEAN, sebagai satu keluarga,” kata Prabowo.(JR)

Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Aksi Heroik PMI Selamatkan Lansia di Korsel, Sugianto Dapat Apresiasi dan Bertemu Presiden

2 April 2026 - 15:12 WIB

PDIP Nilai Pemerintah Berupaya Kembalikan Politik Luar Negeri ke Prinsip Awal

30 Maret 2026 - 18:03 WIB

Presiden Prabowo Subianto Bertolak ke Jepang, Dijadwalkan Bertemu Kaisar Naruhito

30 Maret 2026 - 17:53 WIB

Presiden Prabowo Pimpin Taklimat Nasional: Fokus pada Stabilitas dan Keamanan Geopolitik Global

10 Maret 2026 - 13:40 WIB

Bentuk Solidaritas Internasional, PSI Sampaikan Duka Cita atas Wafatnya Pemimpin Iran

9 Maret 2026 - 13:11 WIB

Langkah Diplomasi Prabowo: Pakistan dan UEA Beri Sinyal Positif untuk Mediasi Konflik Iran

6 Maret 2026 - 15:38 WIB

Trending di Internasional