Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Bisnis · 9 Okt 2024 13:31 WIB ·

Program MBG Serap 1,5 Juta Pengangguran


Program MBG Serap 1,5 Juta Pengangguran Perbesar

JAKARTA | Harian Merdeka

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi pemerintahan Prabowo Subianto memberikan efek domino yang bikin ‘nendang’. Salah satunya, menciptakan lapangan kerja baru.

Tak tanggung-tanggung, Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana menyebut, 1,5 juta pekerja akan terserap dari implementasi MBG.

“Kalau menggunakan alat masak tradisional membutuhkan sekitar 45-46 orang. Jadi, jika menggunakan asumsi tradisional, akan ada peluang kerja baru untuk 1,5 juta orang (untuk 30 ribu satuan pelayanan),” ujarnya saat kegiatan BNI Investor Daily Summit 2024, di Jakarta, Selasa (8/10).

Dadan menjelaskan satuan pelayanan itu berbeda dengan dapur umum. Operasional satuan pelayanan nantinya tidak hanya memasak, tetapi juga mengelola produk pertanian lokal.

Setiap satuan pelayanan pun akan memiliki manajer yang mengatur pembelian dan pengolahan makanan. “Makanya kami sebut sebagai satuan pelayanan, bukan dapur,” ujarnya.

Pegawai yang akan terlibat dalam satuan pelayanan diutamakan masyarakat lokal, yang terdiri dari ibu-ibu, anak-anak, remaja, hingga bapak-bapak.

Di samping pekerja untuk satuan pelayanan, petani lokal yang menyuplai bahan makanan juga akan terlibat dalam serapan tenaga kerja program Makan Bergizi Gratis.

Menurut Dadan, pihaknya berharap 30 ribu satuan pelayanan diharapkan bisa tercapai paling lambat pada 2027. “Tapi, ada peluang untuk lebih cepat,” ujarnya pula.

Skema serapan tenaga kerja itu sejalan dengan usulan peneliti Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Eliza Mardian yang menyampaikan bahwa program MBG harus dirancang untuk menciptakan efek berganda yang substansial dalam perekonomian.

Menurutnya, prioritas utama adalah menciptakan backward linkage untuk pembentukan dan penguatan rantai pasok lokal yang melibatkan petani lokal, nelayan lokal peternak lokal, usaha kecil dan menengah (UKM), hingga koperasi desa.

Ia menjelaskan pemerintah melalui Badan Gizi Nasional harus terus mempromosikan diversifikasi pangan berbasis komoditas lokal, serta dapat meningkatkan kesadaran gizi masyarakat.

Lalu, perlu diimplementasikan teknologi digital dalam seluruh rantai proses MBG, mulai dari pengadaan hingga monitoring dan evaluasi untuk efisiensi dan transparansi, sehingga publik dapat mengawal anggaran.

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Charles Honoris Desak Pemerintah Manfaatkan Libur Sekolah untuk Audit Dapur MBG

15 Juni 2026 - 16:16 WIB

DPR Soroti Tata Kelola MBG, Charles Dorong Penghentian Sementara dan Evaluasi

15 Juni 2026 - 16:11 WIB

Cak Imin Minta Kader Muda PKB Isi Kekosongan Pemimpin Berkualitas

15 Juni 2026 - 15:25 WIB

Masuk Program 2026, P3A Tarunajaya Apresiasi Normalisasi Irigasi Tasikmalaya

15 Juni 2026 - 15:10 WIB

Demer dan Jajaran Golkar Bali Sampaikan Belasungkawa ke Rumah Duka Diartha Nida

15 Juni 2026 - 15:01 WIB

Said Aldi dan Ahmed Zaki Kukuhkan Pengurus Daerah AMPG DKI Jakarta

15 Juni 2026 - 14:45 WIB

Trending di Politik