JAKARTA | Harian Merdeka
Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menilai pidato Presiden Prabowo Subianto dalam World Economic Forum (WEF) Davos 2026 menandai capaian penting Indonesia di forum global. Pidato tersebut dinilai mengukuhkan posisi Indonesia sebagai negara dengan visi pembangunan yang jelas, berdaulat, dan berorientasi pada keadilan sosial.
Wakil Ketua Umum DPP PSI Andy Budiman mengatakan, di hadapan para pemimpin dunia, pelaku industri, dan pengambil kebijakan global, Presiden Prabowo tidak hanya menyampaikan gagasan besar, tetapi juga menegaskan arah kebijakan nasional yang berpihak pada rakyat.
“Pada forum terhormat yang dihadiri para pemimpin dunia, pelaku industri, dan pengambil kebijakan, Presiden Prabowo tidak hanya menyampaikan visi besar Indonesia, tetapi juga menegaskan arah kebijakan yang menjunjung asas keadilan sosial dan kemandirian ekonomi nasional,” kata Andy dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.(24/1/26)
Andy menilai pemaparan Presiden Prabowo mengenai program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi penegasan bahwa pembangunan ekonomi tidak dapat dilepaskan dari kualitas sumber daya manusia. Menurutnya, program tersebut mencerminkan kehadiran negara dalam menjamin kesejahteraan generasi muda sebagai fondasi pertumbuhan jangka panjang.
“Penekanan bahwa negara hadir memastikan gizi anak-anak dan generasi muda menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak dilepaskan dari kualitas manusia yang menopangnya. Di hadapan komunitas global, paparan tentang MBG memperlihatkan Indonesia meletakkan kesejahteraan rakyat sebagai fondasi utama,” ujarnya.
Selain MBG, Andy juga memberikan apresiasi terhadap penjelasan Presiden Prabowo mengenai Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara). Ia menilai penekanan pada tata kelola profesional, transparan, dan berorientasi jangka panjang merupakan pesan penting bagi dunia internasional.
“Danantara bukan sekadar lembaga pengelola investasi, melainkan instrumen negara untuk memastikan bahwa kekayaan Indonesia benar-benar diperuntukkan bagi kepentingan rakyat, pembangunan berkelanjutan, dan stabilitas ekonomi,” tuturnya.
Menurut Andy, penyampaian pesan tersebut di forum sekelas WEF Davos penting untuk membangun kepercayaan investor global sekaligus menegaskan kedaulatan ekonomi Indonesia.
Secara keseluruhan, PSI menilai pidato Presiden Prabowo di WEF Davos 2026 menunjukkan kematangan visi, kejelasan arah kebijakan, serta kepercayaan diri Indonesia sebagai bangsa besar.
“Pesan yang disampaikan memberi kontribusi kepada dunia tentang pembangunan yang inklusif dan berkeadilan. Pidato ini merupakan langkah penting dalam memperkuat posisi Indonesia di mata dunia,” pungkas Andy.(ant/hab)







