Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Olahraga · 17 Okt 2025 11:30 WIB ·

PSSI Pecat Patrick Kluivert


PSSI Pecat Patrick Kluivert Perbesar

JAKARTA | Harian Merdeka

PSSI membuat keputusan mengejutkan dengan memecat Patrick Kluivert sebagai pelatih kepala Timnas Indonesia. Keputusan itu diambil PSSI pada Kamis (16/10) petang.

“Tim Kepelatihan Tim Nasional Indonesia secara resmi menyepakati pengakhiran kerja sama lebih awal melalui mekanisme mutual termination,” tulis keterangan resmi PSSI.

“Kesepakatan ini ditandatangani antara PSSI dan Para Pihak di Tim Kepelatihan yang sebelumnya terikat kontrak kerja sama berdurasi dua tahun,” lanjut keterangan yang sama.

Tak hanya Kluivert, PSSI juga memecat seluru pihak yang ada di tim kepelatihan baik Timnas Senior, U-23 maupun U-20.

PSSI mengatakan penghentian kerja sama ini dilakukan atas dasar persetujuan kedua pihak, dengan mempertimbangkan dinamika internal dan arah strategis pembinaan tim nasional ke depan.

Dengan berakhirnya kerja sama tersebut, Tim Kepelatihan tersebut tidak lagi menangani Timnas Indonesia di level senior, U23, maupun U20.

PSSI menyampaikan apresiasi atas kontribusi seluruh anggota tim kepelatihan selama masa tugasnya. Langkah ini diambil sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap program pembinaan dan pengembangan sepakbola nasional.

Sementara itu, pengamat sepakbola Indonesia, Mohammad Kusnaeni menyebut pemecatan Patrick Kulivert dari kursi pelatih Timnas Indonesia merupakan hal lumrah dalam sepak bola.

“Bisa dikatakan (pemecatan) ini merupakan konsekuensi logis dari hukum sepak bola. Pelatih yang gagal memenuhi target idealnya memang menyadari kegagalannya. Selanjutnya, dia memberi kesempatan pelatih lain yang mungkin lebih tepat,” ujar Mohammad Kusnaeni, dikutip, Kamis.

Kusnaeini mengatakan, Kluivert datang ke Timnas Indonesia pada momentum yang kurang tepat. Pelatih asal Belanda itu datang di saat timnas sedang dalam fase yang sangat krusial menuju Piala Dunia dan tidak punya cukup pengalaman kepelatihan maupun manajerial menghadapi situasi kritis seperti itu.

Ekspektasi publik Indonesia, lanjut Kusnaeni, sangat besar terhadap keberhasilan timnas. Ditambah lagi Kluivert menggantikan pelatih sebelumnya yang disukai oleh publik dan dianggap cukup berhasil.

Namun, Kluivert gagal memenuhi ekspektasi publik. Secara prestasi, dia cuma mempersembahkan dua kemenangan dari enam laga resmi.”Jadi tidak meyakinkan,” katanya.

Kusnaeni mengatakan, secara permainan, Kluivert juga tidak mampu memberi warna baru atau meningkatkan level permainan timnas. Bisa dibilang, di tangan Kluivert, timnas masih berkutat dalam persoalan yang sama yaitu kurang tajam, kurang kreatif, dan sering membuat kesalahan sendiri.

Kluivert juga beberapa kali terjebak dalam eksperimen yang gagal. Keberanian mengubah pola dari formasi 3-4-3 ke 4-2-3-1, lalu menurunkan susunan pemain yang penuh kejutan ternyata tidak dibarengi hasil yang positif.

Dia menilai secara umum, pemahaman Kluivert tidak cukup mendalam tentang timnas dan sepak bola Indonesia. Hal itu mungkin saja disebabkan karena dia kurang sering berada di Indonesia.”Kekurangpahaman itu yang membuat banyak keputusannya kurang akurat. Lalu berujung pada hasil-hasil yang mengecewakan,” katanya.

Oleh sebab itu, dia menambahkan, pemberhentian Kluivert sama sekali tidak mengagetkan. Pemecatan itu, kata Ini sekaligus menjadi pelajaran mahal bagi PSSI agar lebih bijak, semakin hati-hati, dan mau mendengar masukan publik (bukan hanya segelintir orang) dalam membuat keputusan yang sangat penting. (jr)

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pemilik Dewa United Banten Dirikan Yayasan, Fokus Bantu Atlet Tanah Air yang Kesusahan

18 April 2026 - 20:44 WIB

Andra Soni: Banten Siap Jadi Tuan Rumah PON 2032 demi Dongkrak Prestasi Atlet

13 April 2026 - 13:44 WIB

Selisih Ranking FIFA Indonesia dan Vietnam Jelang Semifinal Piala AFF Jadi Sorotan

10 April 2026 - 11:40 WIB

Dony Tri Termotivasi Dorongan Calvin Verdonk Tembus Liga Eropa

2 April 2026 - 13:12 WIB

Peluang Terbuang Sia-sia, AC Milan Gagal Manfaatkan Momentum Saat Inter di Atas Angin

16 Maret 2026 - 14:17 WIB

Wayne Rooney: Tottenham Harus Bangun dan Keluar dari Tren Negatif Sekarang

13 Maret 2026 - 16:04 WIB

Trending di Olahraga