Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Nasional · 26 Agu 2024 09:58 WIB ·

PVMBG Ingatkan Potensi Gempa Megathrust di Pantai Selatan Pulau Jawa


PVMBG Ingatkan Potensi Gempa Megathrust di Pantai Selatan Pulau Jawa Perbesar

JAKARTA | Harian Merdeka

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengingatkan potensi megathrust yang dapat memicu gempa bumi besar dan tsunami di pantai selatan Pulau Jawa, termasuk Jawa Barat. Koordinator Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami PVMBG, Supartoyo, menjelaskan potensi ancaman dan pentingnya mitigasi bencana terkait isu ini.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) baru-baru ini merespons kekhawatiran mengenai potensi megathrust, sebuah zona pertemuan antarlempeng tektonik bumi yang dapat memicu gempa kuat dan tsunami. Megathrust ini berpotensi mengancam wilayah Indonesia, khususnya pantai selatan Pulau Jawa dan Jawa Barat.

Menurut Supartoyo, Koordinator Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami PVMBG, guncangan gempa bumi di pantai selatan memiliki potensi tinggi. Hal ini disebabkan oleh kedekatan lokasi dengan megathrust serta karakteristik batuan di wilayah tersebut. “Di selatan itu kan daerah dataran, terdiri dari endapan aluvial,” jelas Supartoyo saat ditemui di Kantor Badan Geologi Bandung pada Rabu (14/8/2024).

Supartoyo menambahkan, tsunami yang berpotensi terjadi akibat gempa besar di kawasan ini bisa mencapai ketinggian 3 meter jika gempa bumi yang terjadi berkekuatan lebih dari 8 magnitudo. “Dengan kondisi ini, wilayah selatan Jawa Barat dan Jawa secara umum rawan tsunami,” ujarnya.

Megathrust, lanjut Supartoyo, adalah istilah untuk sumber gempa bumi besar dengan kekuatan di atas 8 magnitudo. Patahan megathrust dikategorikan sebagai thrust atau reverse, tergantung sudut naiknya—thrust dengan sudut kurang dari 45 derajat dan reverse dengan sudut lebih dari 45 derajat.

Meskipun demikian, Supartoyo menekankan bahwa gempa bumi tidak dapat diprediksi dengan pasti. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk tidak terjebak dalam ketakutan berlebihan. “Isu ini harus dilihat sebagai upaya untuk peningkatan mitigasi. Badan Geologi telah menyediakan peta kawasan rawan bencana gempa bumi dan tsunami untuk membantu masyarakat mempersiapkan diri,” tutup Supartoyo. (il/RMN)

Artikel ini telah dibaca 14 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Prabowo Tegaskan Kedepankan Kepentingan Rakyat

1 Mei 2026 - 18:35 WIB

Menagih Nurani Menaker: Pekerja MBG Langkat Berjuang Hidup, Kemenaker Bungkam

30 April 2026 - 20:00 WIB

Ditelepon Dasco dari Lokasi, Prabowo Kucurkan Rp 4 T Benahi Jalur KA

30 April 2026 - 15:52 WIB

RS Polri Kramat Jati Buka Posko DVI, Keluarga Korban KA Bekasi Harap Melapor

29 April 2026 - 16:55 WIB

Kapolda Banten Tinjau Kendaraan Dinas Jelang Pengamanan May Day

29 April 2026 - 15:04 WIB

Minyakita Mahal di 224 Wilayah, Pengamat: Ganti Budi Santoso

29 April 2026 - 14:54 WIB

Trending di Nasional