TANGERANG | Harian Merdeka
Tokoh pemuda Kota Tangerang Reza riansyah rizal SH. menyebut, bahwa 50 anggota DPRD Kota Tangerang bagian dari “Beban uang pajak rakyat” Pasalnya besaran gaji dan tunjangan Anggota DPRD per orang mencapai Rp 72.241.850 per bulan. Padahal Jumlah warga miskin di Kota Tangerang mencapai 124,8 ribu jiwa. atau sekitar 5,19% dari total penduduk, pada Maret 2025.
Tokoh pemuda Kota Tangerang Reza riansyah rizal SH. menyebut, bahwa 50 anggota DPRD Kota Tangerang bagian dari “Beban uang pajak rakyat” Pasalnya besaran gaji dan tunjangan Anggota DPRD per orang mencapai Rp 72.241.850 per bulan. Padahal Jumlah warga miskin di Kota Tangerang mencapai 124,8 ribu jiwa. atau sekitar 5,19% dari total penduduk, pada Maret 2025.
Sebagai pendukung pasangan Walikota dan Wawali terpilih saat pemilu yang lalu, dirinya menghimbau kepada Walikota Tangerang jangan takut membatalkan Perwali Nomor 14 Tahun 2025 tentang tunjangan anggota DPRD.
“Sebagai Kaum muda “Gen Z” (Generasi Z) di Tangerang saya akui, belum pernah berjabat tangan dan tidak ada masalah pribadi kepada Ketua DPRD yakni Rusdi Alam, Tapi saya malu punya ketua Dewan terlalu banyak meminta APBD hanya untuk kemewahan hidup mereka, tidak peka, kondisi warga sedang menghadapi beban hidup di garis kemiskinan,”tutur Reja di Cipondoh Tangerang. Kamis (20/11/2025)
ia berharap, Ketua DPRD memiliki prinsip panduan moral, etika mengambil keputusan yang memperjuangkan aspirasi masyarakat masih banyak di garis kemiskinan terus di edukasi untuk membayar pajak.
“Namun kecewa memuncak, gerakan DPRD ini dalam perencanaan APBD mereka tentukan sepihak agar setiap anggota Dewan dapat uang Rp 72.241.850 per bulan, “ujar Reja
Selain itu kata reja, Ketua dan Anggota DPRD ini mengutamakan fasilitas dan kesejahteraan internal mereka, seperti pepatah lama yakni “Pagar makan tanaman” pada janji kampanye.
“Batalkan saja, sebagian uang untuk dewan ini bisa alokasikan dana untuk program-program yang langsung menyentuh kebutuhan warga, seperti bantuan sosial, perbaikan ekonomi masyarakat di garis kemiskinan dan bisa juga untuk mengatasi banjir, “Kata tokoh pemuda tercatat sebagai warga Poris Plawad indah Kecamatan cipondoh Kota Tangerang.
Reja membacakan data rincian tunjangan yang diterima anggota DPRD Kota Tangerang, Pertama Tunjangan Perumahan: ketua DPRD Rp 37,5 juta, wakil ketua Rp 34,25 juta, anggota Rp 31,75 juta.
Kemudian ada Tunjangan Transportasi: ketua Rp 18,75 juta, dan wakil ketua Rp 18,5 juta, anggota Rp 18 juta. selanjutnya ada Uang Representasi: ketua Rp 2,1 juta, wakil ketua Rp 1,68 juta, anggota Rp 1,57 juta.
Sedangkan tunjangan keluarga dewan mulai dari Rp 210.000 untuk pasangan ketua hingga Rp157.500 untuk pasangan anggota. Anak mendapat tunjangan maksimal untuk dua orang. dan ditambah tunjangan Beras yang ukurannya Disamakan dengan PNS.
Anggota dewan juga di pasilitasi Uang Paket: ketua Rp 210.000, wakil ketua Rp 168.000, anggota Rp 157.500. sedangkan tunjangan Jabatan: ketua Rp 3,04 juta, wakil ketua Rp 2,43 juta, anggota Rp 2,28 juta.
Dilengkapi, ada tunjangan Alat Kelengkapan DPRD: ketua Rp 228.375, wakil ketua Rp 152.250, anggota Rp 91.350. selain itu ada juga Tunjangan Komunikasi Intensif (TKI): Rp 14,7 juta untuk semua pimpinan dan anggota.
terakhir ada Tunjangan Reses: Rp 14,7 juta setiap kali melaksanakan reses.
“Total seluruh tunjangan dijumlahkan, dalam pendapatan seorang anggota DPRD Kota Tangerang mencapai Rp 72,2 juta per bulan.
“Seraya reja mendesak Rusdi Alam, mundur dari jabatan sebagai Ketua DPRD jika tidak mampu transparan, karena sampai saat ini belum jelas apakah sebagian atau semua di revisi atau masih tetap anggota dewan terima semua uang tunjangan tersebut, “pungkasnya.
Walau demikian gencarnya kritik tokoh muda tersebut, Namun entah mengapa Ketua DPRD Kota Tangerang Rusdi Alam masih saja Slow Respone atau belum dapat ditemui dan belum membalas pesan dan Sedikitnya ada tiga hal yang di Konfirmasi oleh awak Media Koran Harian MERDEKA. Kamis 20 Nopember 2025.
(Rhm)







