JAKARTA | Harian Merdeka
Meski bursa bakal calon ketua umum PSI memunculkan nama bapak dan anak yakni, Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dan Ketua Umum PSI saat ini, Kaesang Pangarep, bukan berarti PSI merupakan milik keluarga.
Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni, menepis anggapan partainya merupakan milik keluarga.
“Ya nanti, belum pasti. Tadi beliau sedang secara serius mengkalkulasi, jadi bahasa beliau, saya lihat saya kalkulasi,” kata Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni saat ditemui wartawan setelah bertemu Jokowi, kemarin.
Lalu, apabila Jokowi maju dan terpilih, secara otomatis tongkat kepemimpinan PSI diserahkan ke Jokowi, yang notabene-nya bapak dari Kaesang, Ketua Umum PSI saat ini.
“Kan ini dipilih anggota, one vote one voice, satu anggota satu suara,” jelasnya.
Diketahui, Pemilu Raya PSI akan digelar pada 19-20 Juli 2025, di Graha Saba Buana dan Edutorium Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Kota Solo, Jawa Tengah (Jateng).
Dalam proses pemilihan nantinya akan melakukan sistem e-voting dari semua kader PSI. Calon ketua umum harus mendapatkan dukungan minimal dari 5 Dewan Pengurus Wilayah (DPW) di tingkat provinsi dan 20 Dewan Pengurus Daerah (DPD) tingkat kota/kabupaten.
“PSI ingin menjadi partai yang tidak elitis dan tidak milik keluarga. Kedua yaitu kita konsultasi pemilihan ketua umum kita itu oleh anggota,” pungkasnya.(JR)







