JAKARTA | Harian Merdeka
World Boxing Council (WBC) resmi mencabut sanksi terhadap petinju Amerika Serikat Ryan Garcia, yang sebelumnya dikeluarkan dari seluruh aktivitas organisasi akibat tindakan rasisme dan penghinaan terhadap agama pada 2024 lalu.
Presiden WBC Mauricio Sulaiman menyampaikan bahwa keputusan ini diambil setelah melalui proses evaluasi panjang dan terdokumentasi dengan baik oleh dewan organisasi.
“Keputusan ini diambil setelah proses yang sukses dan telah dievaluasi secara menyeluruh,” ujar Sulaiman melalui pernyataan resmi di laman WBC, Rabu (5/11/2025).
Sebelumnya, Garcia dijatuhi sanksi larangan berpartisipasi dalam kegiatan WBC setelah berulang kali mengunggah pernyataan rasis dan komentar yang menghina agama Islam di media sosial. Kasus ini memperburuk reputasinya yang sempat tercoreng akibat skors satu tahun dari Komisi Atletik Negara Bagian New York karena terbukti menggunakan ostarine, zat peningkat performa yang dilarang.
Meski begitu, WBC tidak menjatuhkan hukuman tambahan pada saat itu, dengan pertimbangan kondisi kesehatan mental Garcia. Setelah serangkaian konseling dan pembinaan, WBC akhirnya memutuskan untuk mencabut larangan bertanding terhadap mantan juara dunia kelas ringan interim tersebut.
“Kami percaya ini adalah awal kehidupan baru bagi Ryan Garcia, di dalam maupun di luar ring. Kami menyambutnya kembali dengan tangan terbuka,” tambah Sulaiman.
Dengan pencabutan sanksi ini, Garcia kini berpeluang untuk kembali ke ring di bawah naungan WBC. Salah satu pertarungan yang mulai dibahas adalah melawan Mario Barrios, pemegang gelar juara dunia kelas welter (66,6 kg) WBC saat ini. Namun, kesepakatan resmi antara kedua pihak masih dalam tahap pembicaraan.
Sulaiman menegaskan bahwa pihaknya akan terus berkomitmen terhadap kesejahteraan dan rehabilitasi para atlet, serta berharap Garcia dapat kembali fokus membangun kariernya dengan semangat dan sikap baru.







