Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Kesehatan · 21 Jan 2026 14:42 WIB ·

Timbal Mengintai Anak Indonesia, BRIN Catat Angka Mengkhawatirkan


Timbal Mengintai Anak Indonesia, BRIN Catat Angka Mengkhawatirkan Perbesar

JAKARTA | Harian Merdeka

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menemukan 1 dari 7 anak di Indonesia memiliki kadar timbal darah tinggi. Temuan ini berpotensi berdampak serius terhadap kesehatan anak, mulai dari gangguan kecerdasan hingga anemia dan stunting.

Riset tersebut melibatkan 1.617 anak usia 12–59 bulan dan dilakukan pada Mei–November 2025 di 12 wilayah surveilans, antara lain Kabupaten Bima, Lamongan, Grobogan, Kota Surabaya, Semarang, Bandar Lampung, Denpasar, hingga Gianyar.

Hasil Surveilans Kadar Timbal Darah (SKTD) menunjukkan kadar timbal di atas 5 mikrogram/desiliter pada satu dari tujuh anak, melewati ambang batas Kementerian Kesehatan dan WHO. Temuan tertinggi berada di Kabupaten Bima (33 persen), disusul Lamongan (28 persen) dan Surabaya (22 persen).

“Dampak kesehatan dari timbal tidak hanya pada kecerdasan, tetapi juga anemia dan stunting,” ujar Kepala Pusat Riset Kesehatan Masyarakat dan Gizi BRIN, Wahyu Pudji Nugraheni, di Jakarta Selatan, Rabu (21/1/2026). Ia menegaskan terdapat hubungan signifikan antara paparan timbal dengan stunting dan anemia pada anak.

Salah satu faktor risiko terbesar berasal dari rumah dengan cat terkelupas, yang meningkatkan risiko paparan timbal hingga 61 persen. Faktor lain meliputi pekerjaan orang tua yang kontak dengan timbal, penggunaan alat masak logam, kosmetik, serta aktivitas daur ulang aki bekas.

“Paparan timbal banyak ditemukan dalam aktivitas rumah tangga sehari-hari, terutama dari daur ulang aki bekas yang umum di Indonesia,” kata epidemiolog Edwin Siswono dari Vital Strategies.

BRIN juga menemukan lebih dari 20 persen sampel alat masak, alat makan, kosmetik, pakaian, dan mainan anak mengandung timbal melebihi ambang batas. (kay)

Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

PJR Polda Banten Gerak Cepat Evakuasi Balita Kritis ke RS

12 April 2026 - 21:32 WIB

Sinergi Medis: Residen Senior PPDS FK USU Resmi Bertugas di RSUD dr. M. Thomsen Nias

4 Maret 2026 - 14:35 WIB

Kabar Gembira bagi Tenaga Medis: RSUD dr. M. Thomsen Nias Siap Realisasikan Tunjangan Khusus Dokter Spesialis

4 Maret 2026 - 13:05 WIB

Penerus Banten Apresiasi Langkah Pemprov Benahi Layanan RSUD

23 Februari 2026 - 15:25 WIB

Jelang Ramadan, Sekda Cek Infrastruktur dan Layanan RSUD Banten

19 Februari 2026 - 15:15 WIB

Perlindungan Kesehatan 152 Juta Warga Dijamin, Muhaimin Tekankan Validitas Data

18 Februari 2026 - 13:18 WIB

Trending di Kesehatan