Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Nasional · 13 Okt 2023 16:27 WIB ·

Undang-undang MK Digugat


Undang-undang MK Digugat Perbesar

>> Soal Hakim MK Tak Berkerabat dengan Presiden dan DPR

JAKARTA | Harian Merdeka

Seorang advokat bernama Mochamad Adhi Tiawarman mengajukan uji materiil Pasal 15 ayat (2) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2020 (UU Mahkamah Konstitusi).

Adhi meminta syarat calon Hakim MK ditambah satu poin, yakni tidak terikat hubungan keluarga dengan Presiden dan/atau Anggota DPR.

Permohonan ini teregistrasi dengan Perkara Nomor 131/PUU-XXI/2023. Adhi menunjuk Muhammad Zen Al-Faqih sebagai salah satu kuasa dalam permohonan ini.

Zen turut mengutip pandangan ahli hukum soal kekuasaan kehakiman yang merdeka dalam penjelasannya pada sidang pemeriksaan pendahuluan. Salah satunya karya Ketua MK Anwar Usman yang berjudul ‘Independensi Kekuasaan Kehakiman Bentuk dan Relevansinya bagi Penegak Hukum dan Keadilan di Indonesia’.

Dalam karya itu, kata Zen, Anwar Usman menerangkan kekuasaan kehakiman yang merdeka dipersonifikasikan pada diri hakim yang melekat sifat bebas, tidak boleh ada intervensi dari pihak manapun dan oleh siapapun, kecuali dinyatakan dalam Undang-Undang Dasar 1945 dan peraturan perundangan lainnya.

Menurut Zen, Anwar Usman menjelaskan tegaknya hukum dan keadilan suatu kasus atau perkara sangat bergantung dari situasi kebebasan yang dialami hakim yang memutusnya.

“Menurut pemohon, seorang Hakim Konstitusi harus terbebas dari hubungan keluarga, sedarah, atau semenda, sampai derajat ketiga dengan pihak yang berkepentingan terhadap objectum litis atau objek yang diadili,” kata Zen dalam persidangan di Gedung MK, Jakarta, Kamis (12/10/2023).

Oleh karena itu, dalam petitumnya, pemohon meminta agar Majelis Hakim Konstitusi mengabulkan permohonan pemohon dengan menyatakan Pasal 15 ayat (2) UU MK konstitusional bersyarat.

Menyatakan Pasal 15 ayat (2) UU MK tidak bertentangan dengan UUD 1945 dan mempunyai kekuatan hukum mengikat sepanjang dimaknai ‘Untuk dapat diangkat menjadi hakim konstitusi, selain harus memenuhi syarat sebagaimana dimaksud pada ayat (1), seorang calon hakim konstitusi harus memenuhi syarat: i. tidak terikat hubungan keluarga sedarah atau semenda sampai derajat ketiga dengan Presiden dan/atau anggota DPR’,” kata Zen membacakan petitum permohonannya.

Hakim Konstitusi Guntur Hamzah, Hakim Konstitusi Enny Nurbaningsih, dan Hakim Konstitusi Daniel Yusmic P Foekh duduk sebagai majelis hakim panel pada persidangan kali ini merespons permohonan yang disampaikan pemohon.

Enny Nurbaningsih mengatakan pemohon harus menguraikan dalam permohonan mengenai kerugian pemohon apakah bersifat potensial atau aktual.

Jika kerugian pemohon bersifat potensial, maka terdapat kemungkinan bisa tidak terjadi. Sementara itu, jika kerugian pemohon bersifat aktual, maka hal ini dialami langsung oleh pemohon.

“Itu harus Anda uraikan, tetapi ini harus berkaitan, karena ini bicara soal syarat calon hakim MK. Anda cek dulu dari Pemohonnya itu. Kira-kira terkoneksi tidak dengan syarat yang ada di sini, sehingga memang ada anggapan kerugian di sini sekalipun potensial? Kalau tidak ada (kerugian) ya tidak bisa dilihat soal pokok (permohonan)-nya. Berhenti hanya di legal standing. Itu yang harus Anda perhatikan, memang belum diuraikan di sini baru cerita hal-hal di luar itu,” tegas Enny.(hab/hmi)

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pengamat : Polemik Ijazah Jokowi Biarkan Berlalu, Jangan Jadi Mesin Kegaduhan

18 April 2026 - 20:26 WIB

Dukung Prabowo Fokuskan MBG Untuk Anak Kurang Gizi dan Keluarga Tak Mampu, Ketua Umum APKLI-P Desak KPK Periksa Dugaan Korupsi BGN

18 April 2026 - 20:09 WIB

Komdigi Pastikan PP Tunas untuk Lindungi Anak dari Risiko Digital

17 April 2026 - 12:14 WIB

Salak Heritage Club Sambangi MPR RI, Bahas Pelestarian Sejarah

16 April 2026 - 12:11 WIB

Waspada Penipuan, Dirlantas Polri Pastikan Pemutihan Pajak Motor 2026 Gratis Hoaks

16 April 2026 - 11:54 WIB

Jatuh Korban Jiwa di Proyek Karian Dam-Serpong Water, BCW : Usut Tuntas

15 April 2026 - 12:51 WIB

Trending di Nasional