Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Nasional · 13 Apr 2026 13:35 WIB ·

​Waspada Kemarau Panjang 2026: DPR Ingatkan Risiko Kerusakan Stok Beras Bulog


​Waspada Kemarau Panjang 2026: DPR Ingatkan Risiko Kerusakan Stok Beras Bulog Perbesar

JAKARTA | Harian Merdeka

Anggot Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Firman Soebagyo, mengingatkan pemerintah untuk mengantisipasi dampak musim kemarau panjang yang diprediksi terjadi pada 2026, terutama terkait ketersediaan dan pengelolaan stok pangan nasional.

Firman menyampaikan bahwa pemerintah saat ini berupaya meningkatkan cadangan beras nasional. Namun, ia mengingatkan bahwa beras memiliki keterbatasan daya simpan.

“Beras tidak bisa disimpan terlalu lama di gudang. Dalam tiga hingga empat bulan kualitasnya bisa menurun dan berpotensi rusak,” ujar Firman kepada Wartawan, Usai halal bihalal Ikatan Keluarga Kabupaten Pati (IKKP) di Jakarta, Minggu (12/4/2026).

Menurutnya, kebijakan menahan stok beras untuk menghadapi potensi El Niño perlu dikaji ulang. Jika distribusi terhambat dan stok terlalu lama disimpan, risiko kerusakan akan meningkat dan berpotensi menimbulkan kerugian bagi Perum Bulog.

“Kalau stok tidak dikelola dengan baik dan terjadi kerusakan, Bulog yang akan menanggung kerugian. Ini tentu harus menjadi perhatian bersama antara pemerintah dan Bulog,” katanya.

Sebagai langkah antisipasi, Firman mendorong pengembangan budidaya padi gogo, yaitu padi yang ditanam di lahan kering dan cocok untuk musim kemarau. Ia menyebut, upaya ini telah mulai dilakukan sebagai alternatif menjaga produksi pangan.

Program percontohan padi gogo, lanjutnya, telah dikembangkan oleh akademisi dari Institut Pertanian Bogor di Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Inisiatif ini diharapkan dapat menjadi solusi dalam menghadapi potensi penurunan produksi akibat kekeringan.

“Pemerintah diharapkan dapat menyeimbangkan antara peningkatan stok pangan dan pengelolaan distribusi yang efektif, guna menjaga ketahanan pangan nasional di tengah ancaman perubahan iklim,” tutupnya. (Egi)

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Arif Rahman Tegaskan Komitmen NasDem Lindungi Hak Masyarakat Adat dalam RUU Kehutanan

21 Juli 2026 - 14:00 WIB

Anggaran Kipas Angin Koperasi Desa Tembus Rp1,8 Triliun, KPK Wanti-Wanti Soal Perencanaan dan HPS

21 Juli 2026 - 10:35 WIB

Pimpinan DPR dan Pemerintah Sepakat Tambah Anggaran Perintis, Sufmi Dasco: Prioritas Utama Masyarakat

21 Juli 2026 - 10:15 WIB

Benyamin Davnie Raih Pemred Award 2026 sebagai Wali Kota Terbaik Bidang Komunikasi Publik

21 Juli 2026 - 10:13 WIB

Ubah Layanan Jadi Kewilayahan, Menteri ATR/BPN: Layani Rakyat dengan Hati

21 Juli 2026 - 10:10 WIB

Kejar Target Bedah Rumah 2026, Seskab Teddy dan Menteri PKP Matangkan Sinergi Program BSPS

21 Juli 2026 - 10:07 WIB

Trending di Nasional