Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Hukum · 4 Sep 2025 13:26 WIB ·

17 September, Ribuan Ojol Berunjuk Rasa


17 September, Ribuan Ojol Berunjuk Rasa Perbesar

JAKARTA | Harian Merdeka

Garda Indonesia yang mengklaim sebagai asosiasi ojek online (ojol) berencana menggelar aksi unjuk rasa pada 17 September 2025. Aksi  ini akan mengundang sekitar 5000 ojol serta menyampaikan tuntutan.

Ketua Garda Indonesia Raden Igun Wicaksono menyampaikan pengusutan kasus kematian Affan akibat dilindas kendaraan taktis oleh aparat dalam demo pekan kemarin menjadi tuntutan baru yang wajib disampaikan.

Mereka ingin perkara itu diusut secara tuntas dan transparan. Demo ini rencananya akan digelar di DPR dengan estimasi jumlah massa sebanyak 5 ribu ojol.

“Tuntutan terbaru adalah penuntasan perkara gugurnya Affa Kurniawan hingga tuntas dan keluarga almarhum mendapatkan keadilan,” kata Igun dalam pesan singkat, Rabu (3/9).

Menyikapi kematian Affan pada Kamis (28/8) lalu, Garda Indonesia membuat pernyataan terkait lima sikap.

1. Membentuk tim gabungan pencari fakta dan independen untuk mengusut tuntas tindakan represif yang menyebabkan hilangnya nyawa saudara Affan Kurniawan, apapun alasannya. Aparat negara seharusnya melindungi rakyat, bukan justru menimbulkan korban jiwa.

2. Menuntut transparansi dan akuntabilitas dari Kepolisian Republik Indonesia, terkait kronologi peristiwa yang menyebabkan saudara Affan Kurniawan meninggal dunia.

3. Menghukum para pelaku yang lalai ataupun dengan sengaja melakukan pelindasan terhadap korban agar dapat dipertanggungjawabkan ke proses hukum secara transparan agar tragedi serupa tidak terulang kembali.

4. Menyerukan solidaritas nasional dari seluruh pengemudi ojek online dan masyarakat sipil untuk mengawal kasus ini sampai tuntas, demi tegaknya keadilan bagi korban.

5. Mendesak pemerintah untuk memastikan perlindungan dan jaminan keselamatan bagi seluruh pengemudi ojek online, yang setiap hari bekerja di jalanan dan rawan terjebak dalam konflik massa.

Igun bilang pihaknya juga akan menyampaikan aspirasi terkait tuntutan kepada pemerintah agar membuat kebijakan yang isinya menurunkan potongan tarif aplikasi menjadi 10 persen.

Menurut Igun ojol akan terus berunjuk rasa sampai tuntutan mereka terkabul.

“Sampai tuntutan utama Potongan Aplikasi 10 persen dikabulkan, maka kami akan tetap aksi tanpa henti. Menhub harus merevisi potongan biaya aplikasi dari 15 persen menjadi 10 persen,” tambahnya. (jr)

Artikel ini telah dibaca 15 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Anggaran Video KKP Dinilai Janggal, MataHukum Minta KPK Turun Tangan

29 April 2026 - 11:22 WIB

Asosiasi Pengusaha Kota Tangerang Gugat Lelang Proyek Miliaran, Kadispora Terancam Dilaporkan ?

28 April 2026 - 19:50 WIB

MataHukum: Jangan Hanya ZA, KPK Harus Seret Nusron Wahid Di Kasus Kuota Haji

28 April 2026 - 15:00 WIB

Ungkap GS, Sosok Misterius di Balik Dugaan Pengaturan Tender USD 10,9 Juta di PHR

28 April 2026 - 13:50 WIB

Forsiber Ungkap Anak Pejabat Utama BGN Punya Sejumlah Dapur MBG

27 April 2026 - 12:45 WIB

KLH Pusat Tetapkan Eks Kadis LH DKI sebagai Tersangka: Berpotensi Merembet ke Banyak Pihak dan Bisa Membuat Seluruh Kadis LH Daerah Takut

25 April 2026 - 23:46 WIB

Trending di Hukum