JAKARTA | Harian Merdeka
Banjir bandang dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara dalam sepekan terakhir berdampak besar pada layanan kesehatan masyarakat. Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumut mencatat sedikitnya 18 rumah sakit, 19 puskesmas pembantu, 25 puskesmas, serta sejumlah poskesdes terdampak bencana. Beberapa fasilitas bahkan tidak dapat beroperasi karena terendam air setinggi pinggang orang dewasa.
Sekretaris Dinas Kesehatan Sumut, Hamid Rizal Lubis, mengatakan akses layanan kesehatan di sejumlah daerah kini terputus akibat kerusakan sarana dan infrastruktur.
“Untuk menjangkau wilayah terisolir, Pemprov Sumut mendapat bantuan dari relawan berbagai provinsi, komunitas, serta organisasi masyarakat. Seluruh relawan kami arahkan agar berkoordinasi dengan dinkes kabupaten,” ujar Hamid, Sabtu (6/12).
Waspada Penyakit Pascabencana
Hamid menjelaskan, sejumlah penyakit berpotensi meningkat pascabanjir, seperti gangguan kulit, diare, ISPA, dan demam. Karena itu, ia meminta pemerintah kabupaten/kota segera menginventarisasi kebutuhan obat-obatan dan bahan medis habis pakai.
“Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, kami telah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan. Kami juga meminta dinkes kabupaten/kota mendata sarana dan prasarana kesehatan yang terdampak untuk kami kompilasikan dan laporkan ke pusat,” jelasnya.
Ribuan Korban Masih Mengungsi
Tenaga medis kini disiagakan di berbagai posko dan titik pengungsian. Hingga saat ini, Dinkes Sumut telah menangani 1.890 korban luka ringan dan 94 korban luka berat di daerah terdampak seperti Tapanuli Tengah, Sibolga, Tapanuli Selatan, dan Langkat.
Sementara itu, data sementara menunjukkan 41.950 warga mengungsi, 167 orang masih hilang, dan 313 orang meninggal dunia akibat bencana besar yang melanda Sumut.
“Sejak awal bencana terjadi, kami langsung berkoordinasi dengan dinas kesehatan kabupaten/kota untuk memastikan layanan kesehatan tetap berjalan di lokasi bencana,” kata Hamid.
Ia berharap kolaborasi lintas sektor dapat mempercepat pemulihan layanan kesehatan serta menjamin kebutuhan medis bagi korban terpenuhi hingga kondisi kembali stabil.(adi/hmi)







