Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Kesehatan · 8 Des 2025 11:21 WIB ·

63 Fasilitas Kesehatan di Sumut Lumpuh Diterjang Banjir


63 Fasilitas Kesehatan di Sumut Lumpuh Diterjang Banjir Perbesar

JAKARTA | Harian Merdeka

Banjir bandang dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara dalam sepekan terakhir berdampak besar pada layanan kesehatan masyarakat. Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumut mencatat sedikitnya 18 rumah sakit, 19 puskesmas pembantu, 25 puskesmas, serta sejumlah poskesdes terdampak bencana. Beberapa fasilitas bahkan tidak dapat beroperasi karena terendam air setinggi pinggang orang dewasa.

Sekretaris Dinas Kesehatan Sumut, Hamid Rizal Lubis, mengatakan akses layanan kesehatan di sejumlah daerah kini terputus akibat kerusakan sarana dan infrastruktur.

“Untuk menjangkau wilayah terisolir, Pemprov Sumut mendapat bantuan dari relawan berbagai provinsi, komunitas, serta organisasi masyarakat. Seluruh relawan kami arahkan agar berkoordinasi dengan dinkes kabupaten,” ujar Hamid, Sabtu (6/12).

Waspada Penyakit Pascabencana

Hamid menjelaskan, sejumlah penyakit berpotensi meningkat pascabanjir, seperti gangguan kulit, diare, ISPA, dan demam. Karena itu, ia meminta pemerintah kabupaten/kota segera menginventarisasi kebutuhan obat-obatan dan bahan medis habis pakai.

“Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, kami telah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan. Kami juga meminta dinkes kabupaten/kota mendata sarana dan prasarana kesehatan yang terdampak untuk kami kompilasikan dan laporkan ke pusat,” jelasnya.

Ribuan Korban Masih Mengungsi

Tenaga medis kini disiagakan di berbagai posko dan titik pengungsian. Hingga saat ini, Dinkes Sumut telah menangani 1.890 korban luka ringan dan 94 korban luka berat di daerah terdampak seperti Tapanuli Tengah, Sibolga, Tapanuli Selatan, dan Langkat.

Sementara itu, data sementara menunjukkan 41.950 warga mengungsi, 167 orang masih hilang, dan 313 orang meninggal dunia akibat bencana besar yang melanda Sumut.

“Sejak awal bencana terjadi, kami langsung berkoordinasi dengan dinas kesehatan kabupaten/kota untuk memastikan layanan kesehatan tetap berjalan di lokasi bencana,” kata Hamid.

Ia berharap kolaborasi lintas sektor dapat mempercepat pemulihan layanan kesehatan serta menjamin kebutuhan medis bagi korban terpenuhi hingga kondisi kembali stabil.(adi/hmi)

Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Curhat Keluarga Pasien soal RSUD Thomsen Nias Ramai di Medsos, Ini Klarifikasi Rumah Sakit

25 Mei 2026 - 12:11 WIB

Dinkes Tangsel Ingatkan Warga Bahaya Penyakit Virus Hantavirus, Perhatikan Lingkungan

18 Mei 2026 - 10:48 WIB

Mengenal Hantavirus: Ancaman Kesehatan dari Paparan Tikus yang Perlu Diwaspadai

12 Mei 2026 - 17:08 WIB

Benyamin Targetkan Penurunan Stunting Hingga 2027 Harus Tercapai

5 Mei 2026 - 14:56 WIB

PJR Polda Banten Gerak Cepat Evakuasi Balita Kritis ke RS

12 April 2026 - 21:32 WIB

Sinergi Medis: Residen Senior PPDS FK USU Resmi Bertugas di RSUD dr. M. Thomsen Nias

4 Maret 2026 - 14:35 WIB

Trending di Daerah