Menu

Mode Gelap
Tebar Kepedulian, Kuatkan Kebersamaan. Koran Tangerang Raya dan LAN Kota Tangerang Adakan Santunan Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa Partai Gema Bangsa Deklarasikan Diri Jadi Kekuatan Politik Baru Terungkap, Timnas Indonesia Jadi Alasan Top Skor Vietnam Pensiun Dini Marsha Aruan Jatuh Hati pada Karakter Renata di Serial Baru Menteri PU Klaim Daerah Terisolasi Usai Bencana Sumatera Sudah Teratasi

Daerah · 20 Mar 2025 11:45 WIB ·

Zulhas Kaget Melihat Timbunan Sampah Setara Gedung 20 Lantai


Zulhas Kaget Melihat Timbunan Sampah Setara Gedung 20 Lantai Perbesar

JAKARTA | Harian Merdeka

Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan mendadak kaget melihat timbunan sampah setara gedung 20 lantai di Bantergebang.

Hal itu disampaikannya usai meninjau fasilitas PLTSa Merah Putih, landfill mining, dan refuse derived fuel (RDF) plant di TPST Bantargebang, Bekasi.

Pria yang akrab disapa Zulhas mengaku terkejut melihat sampah yang menggunung tersebut. Menurutnya, hanya di Indonesia ada tumpukan sampah sebesar itu.

“Saya tadi pakai baju ini karena baru lihat, ke mana, Bantargebang, baru lihat sampah. Saya kira cuma ada di kita sampah yang jadi gunung. Kalau disetarakan dengan gedung, kira-kira gedung 16 sampai 20 lantai tingginya,” tutur Zulhas, dikutip detikcom, Rabu (19/3).

Ia menjelaskan, Presiden Prabowo Subianto telah menugaskannya untuk menyelesaikan masalah sampah, dengan menjadikannya sebagai salah satu sumber. Saat ini pihaknya tengah menunggu diterbitkannya Instruksi Presiden (Inpres) agar program ini bisa segera direalisasikan.

Prosesnya saat ini sudah terjadi di Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang teknologi Refuse Derived Fuel (RDF). Nantinya teknologi tersebut mampu menyulap sampah menjadi bahan bakar bagi industri semen. Namun sampah-sampah tersebut harus diolah terlebih dahulu.

“Saya bilang, waktu ada Bapak Presiden, ‘pak, percayakan saya, kasih saya Inpres, satu tahun selesai, dibangun tahun kedua,” ujarnya.

Sebagai informasi, Zulhas bersama Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno, hingga Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengecek TPST Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat. Mereka meninjau fasilitas PLTSa Merah Putih, landfill mining, dan refuse derived fuel (RDF) plant.

Setelah melakukan pengecekan kondisi RDF dan lainnya, Zulhas menyarankan penyesuaian tipping fee dan pengembangan teknologi insinerator untuk mengurangi volume sampah secara signifikan. Insinerator merupakan alat untuk membakar sampah pada suhu yang sangat tinggi dalam skala besar.

Zulhas mengatakan, aturan yang sederhana diperlukan agar ada investor yang mau membangun pengelolaan sampah. Dia mengatakan hambatan dalam investasi harus dikurangi.

“Ini sudah langkah yang baik, tapi kami ingin agar sistemnya bisa lebih cepat. Untuk itu, diperlukan aturan yang lebih sederhana sehingga investor bisa langsung berinvestasi tanpa banyak hambatan administratif,” kata Zulhas, di TPST Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (19/3). (jr)

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Abah Elang Soroti Rapor Merah Ketenagakerjaan Satu Tahun Ratu Zakiyah

2 Mei 2026 - 13:19 WIB

Arif Rahman Beri Kursi Roda untuk Warga Lumpuh saat Reses di Pandeglang

2 Mei 2026 - 13:13 WIB

Agus Syarifudin Jadi Ketua Mitra Cai Tarunajaya, Fokus Ketahanan Pangan

1 Mei 2026 - 12:35 WIB

Polres Tangerang Selatan Siap Amankan May Day 2026

1 Mei 2026 - 12:33 WIB

Pupuk Kaltim Gandeng Mabes Polri Sosialisasi Sistem Manajemen Pengamanan

29 April 2026 - 11:37 WIB

Dihari Puncak Hari Bakti Pemasyarakatan Ke-62, Lapas Gunungsitoli Berbagi Bansos ke WBP

28 April 2026 - 13:53 WIB

Trending di Daerah